Bupati Marwan Geram, Soal Ditemukan Botol Miras di Ruang Rapat Setda

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan soal ditemukannya botol miras dilingkungan kantor pemda sukabumi.| istimewa

LINGKARPENA.ID | Sempat viral dan heboh di media sosial dan perpesanan aplikasi soal penemuan botol minuman keras dengan jenis Intisari di salah satu ruangan rapat dilingkungan kantor sekretariat daerah Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sukabumi Marwan Hamami sudah mengintruksikan jajarannya melakukan penelusuran soal penemuan botol minuman keras tersebut yang sejauh ini belum dipastikan kebenarannya.

Kepada wartawan, Bupati Marwan Hamami mengatakan, berkaitan dengan isu tersebut dirinya sudah mendapatkan kabarsoal adanya penemuan botol miras di salah satu ruang rapat di lingkungan sekretariat daerah Kabupaten Sukabumi.

“Iya cenah kamari (Iya katanya kemarin, saya juga agak curiga ada minuman keras misalnya, ini hal hal yang patut menjadi pertanyaan apakah memang oknum, atau memang ada oknum juga yang memang sengaja,” ungkap Marwan. Selasa, (24/1).

Lanjut Bupati,”Soal miras kita sudah memerintahkan, tapi apa iya sih seorang PNS atau honorer wani mawa miras ke lingkungan pekerjaannya? Ya itu sama saja bunuh diri namanya. logikanya dimana?,” sambungnya.

Baca juga:  Bupati Sukabumi, Kepintaran SDM Musti Dibarengi Kebijaksanaan

Berdasarkan penelusuran dilapangan, temuan botol minuman keras tersebut pertama kali ditemukan oleh salah satu anggota organisasi lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam LSM Gapura.

Ketua LSM Gapura Kabupaten Sukabumi Hakim Aldonara mengungkapkan, penemuan botol miras terjadi pada 17 Januari 2023 lalu sekira pukul 13.30 WIB.

Saat itu LSM Gapura hendak melakukan audensi yang dilaksanakan di salah satu ruang rapat dilingkungan kantor pemerintahan sekretariat daerah Kabupaten Sukabumi.

Namun, kata Hakim ditengah perjalanan audensi, salah satu anggota dari LSM Gapura melihat di bawah meja secara tidak sengaja. Berawal kaki salah satu anggota menyentuh barang yang tadinya diduga cuma botol.

“Nah kemudian dilihat ternyata botol minuman merk Intisari. Sepertinya sisa minum karena masih ada setengah. Akhirnya antara anggota dengan staf disitu saling mempertanyakan. Kenapa bisa ada disini? Alasannya itu milik pekerja bangunan,” ujar Hakim.

Baca juga:  Bupati Sukabumi Apresiasi RSU Hermina Atas Pencapaian Penanganan Penyakit Stroke

“Diklarifikasilah ke pemda, melalui sekda karena ini dilingkungan setda, jawabnya kami gak tau, nanti di kroscek di cari dulu,” sambungnya.

Guna memastikan keberadaan botol miras tersebut, Hakim mengaku sudah melakukan langkah langkah upaya selanjutnya dengan melaporkan ke Satpol PP.

“Kasat Pol PP sudah mengapresiasi atas penemuan ini dan mau menindak lanjuti, kami juga tembusan ke Polres, ke DPRD sudah,” terangnya.

Terpisah, Kasat Pol PP (Kepala Satuan Polisi Pamong Praja) Kabupaten Sukabumi Dodi Rukman Meidianto menegaskan, pihaknya berterima kasih kepada LSM gapura yang telah mempercayakan hal tersebut kepada satpol pp. Untuk menyelidiki asal usul botol miras dan siapa yang membawa dan pengkonsumsinya.

“Kami akan langsung bertindak, memang urusan miras di kabupaten Sukabumi menjadi urusan kami. Namun untuk di lingkungan Pemda, itu ada pengamanan tersendiri yaitu satpam yang jaga disana,” timpalnya.

Baca juga:  Ketua Inkop TKBM Meminta Mentri BUMN Turun Langsung Sidak Kelapangan

“Kalau dulu Setda dijaga satpol PP otomatis tanggung jawabnya satpol PP kalau sekarang penanggung jawabnya security. Jadi siapa yang masuk dan keluar bawa apa saja, yang bertanggungjawab dibawah Kabag umum bukan di bawah pol PP,” ucap Dodi.

Meskipun Satpol PP tidak terkait langsung menangani hal itu jika terjadi persoalan di lingkungan kantor Setda, kata Dodi lagi, namun secara ke dinasan pihaknya tetap akan melaksanakan penyelidikan, karena persoalan tersebut sudah ramai menjadi perbincangan publik.

“Kami tidak mau kalau memang itu pegawai atau ASN. Orang itu bener-bener menghina Setda. Karena di situ kantor pejabat, masa bawa-bawa minuman beralkohol ke sana,” tegasnya.

“Ini anantinya harus menjadi motivasi kami untuk benar-benar melakukan penyelidikan, tentang ditemukannya botol miras di sana,” tandasnya.

Pos terkait