LINGKARPENA.ID | Sampah seolah menjadi persoalan yang tidak menemukan titik akhir, produksinya yang terus menurus tanpa henti, membutuhkan penanganan khusus yang lebih kompleks juga mendalam.
Muhammad Sultan Firmansyah (25) salah satu warga Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan adanya sampah yang menumpuk di ruas jalan Cikawung-Nyalindung, yang ditengarai lokasi tersebut dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah sementara (TPS).
“Ini cukup mengganggu, selain menimbulkan bau yang tidak sedap, tentu saja berpotensi menimbulkan penyakit, ya kalau ganggungan keindahan, itukan sudah pasti,” ungkapnya kamis, (12/06/2025).
“Tidak strategis (TPS) berlokasi disitu, dekat dengan sungai, bahkan ada sampah juga yang sudah masuk ke sungai, khawatir bisa terjadi penumpukan dan menyebabkan banjir, selain itu ini lokasinya kan ada dipinggir jalan utama, kalau bisa sih lebih baik dipindahkan saja,” cetus Sultan.
Masih kata dia, sebetulnya sudah ada upaya pembersihan yang dilakukan pemerintah desa bersama warga masyarakat, hanya saja tetap terjadi penumpukan sampah dilokasi tersebut.
Ia juga menyebut bahwa penumpukan ini terjadi diindikasi karena telat dan kurang maksimalnya pengangkutan sampah yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi.
Pria yang menjadi pengurus Karang Taruna Tunas Bangsa Desa Nyalindung ini juga menceritakan bahwa desa telah membayar sejumlah uang retribusi pengangkutan sampah kepada DLH Kabupaten Sukabumi, bahkan beberapa waktu kebelakang sempat melakukan audiensi dengan dinas, terkait persoalan penumpukan sampah dilokasi tersebut.
“Kami sudah pernah audiensi dengan dinas, hanya saja memang yang menjadi kendala katanya adalah keterbatasan armada pengangkutnya,” beber Sultan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Prasetyo menyampaikan bahwa armada pengangkut yang digunakan untuk mengangkut sampah dari tempat-tempat pembuangan sementara (TPS) ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) saat ini berjumlah 54 unit.
“Kami mempunyai 54 armada pengangkut sampah untuk di Kabupaten Sukabumi, armada ini dibagi per wilayah yang ada di Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.
Kendati begitu, Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki wilayah yang sangat luas, armada pengangkut sampah yang sekarang beroperasi masih terbilang kurang, untuk melayani pengangkutan di seluruh wilayah.
“Kami akan terus memaksimalkan pelayanan yang ada terkait sampah-sampah di Kabupaten Sukabumi dengan ini semoga lingkungan Kabupaten Sukabumi jadi bersih dan sehat,” tungkasnya.






