LINGKARPENA.ID | Warga Kampung Cikembang RT 006/003, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat laki laki tergeletak di teras komplek ruko pertigaan Cikembang, pada Selasa (17/6/2025).
Adanya penemuan mayat tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Cikembar Polres Sukabumi, AKP Erustiana, saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa sore.
Menurutnya, mayat berjenis kelamin laki laki tersebut ditemukan sekkra pukul 10:00 WIB. Korban pertama kali ditemukan oleh warga yang berada di lokasi.
“Setelah itu, warga ini langsung melaporkan penemuan mayat tersebut ke kepala dusun setempat,” kata AKP Erustiana kepada Lingkarpena.id pada Selasa (17/6).
Lanjut sambung Akp Erustiana, setelah menerima laporan warga Kadus kemudian mendatangi TKP dan benar menemukan mayat dengan posisi tertelungkup di teras salah satu ruko. Saat itu di TKP telah banyak warga sekitar, kemudian kadus melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Cikembar.
Polsek Cikembar setelah menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan koordinasi dengan petugas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cikembar, untuk mengevakuasi jenazah tersebut.
“Pada saat di TKP dilakukan pemeriksaan oleh dr H Ronny T dari Puskesmas Cikembar. Dan hasil pemeriksaan tidak ditemukan luka ataupun kejanggalan pada tubuh mayat,” jelas AKP Erustiana
Kemudian mayat dievakuasi ke RS Sekarwangi Cibadak sambil menunggu pihak keluarganya.
Diketahui identitaa mayat tersebut bernama Kamaludin (30), warga Kampung Neglasari RT 07/07, Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.
Menurut keterangan Wawan (44), seorang pekerja yang mengatur keluar masuk kendaraan ke PLUT pertigaan Cikembar, bahwa dirinya sering melihat aktivitas korban semasa hidup sering berjalan kaki menyusuri jalan dan mengais sampah yang ditemukan di jalan.
“Korban diduga gelandangan sesuai dengan keterangan warga yang sering melihat aktivitas korban semasa masih hidup sering mengais sampah memungut makanan sisa,” pungkas AKP Erustiana.
Atas kejadian tersebut pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah.






