Wali Kota Sukabumi Paparkan Raperda APBD 2024 dan RPJMD 2025–2029, Targetkan Kota Bercahaya

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. (Foto istimewa)

LINGKARPENA.ID | Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menyampaikan penjelasan terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) penting dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi, Selasa (17/6/2025). Kedua raperda tersebut mencakup Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sukabumi Tahun 2025–2029.

Dalam pemaparannya, Ayep Zaki mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan Pemerintah Kota Sukabumi yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024. Raihan ini menandai kesebelas kalinya berturut-turut predikat tertinggi dalam akuntabilitas keuangan diraih oleh Pemkot Sukabumi.

“Ini adalah cerminan komitmen kami dalam menjaga transparansi dan kualitas tata kelola keuangan daerah,” ujar Ayep.

Rapat paripurna DPRD Kota Sukabumi. (foto istimewa)

Selain pertanggungjawaban APBD, Ayep juga memaparkan substansi RPJMD 2025–2029 yang menjadi penjabaran visi dan misi kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024. Dokumen perencanaan ini disusun mengikuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025, dan diselaraskan dengan Rencana Strategis (Renstra) seluruh perangkat daerah melalui pendekatan teknokratik, partisipatif, politis, serta kombinasi top-down dan bottom-up.

Baca juga:  Gandeng BP Batam, PD Muhammadiyah Sukabumi Gelar Seminar Ekonomi Nasional

RPJMD Kota Sukabumi juga terintegrasi dengan arah pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029, RPJMD Provinsi Jawa Barat, dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Sukabumi 2022–2042.

Visi yang diusung dalam dokumen tersebut adalah “Terwujudnya Masyarakat Kota Sukabumi yang Inovatif, Mandiri, Agamis, dan Nasionalis.” Untuk mencapai visi ini, dirumuskan lima misi strategis yang mencakup pembangunan SDM, kehidupan sosial-agamis, ekonomi lokal berbasis UMKM dan pariwisata, infrastruktur modern, dan tata kelola pemerintahan yang bersih dan digital.

Misi tersebut dijabarkan ke dalam lima tujuan, 20 sasaran, dan 45 program prioritas pembangunan, mulai dari pemerataan pendidikan, peningkatan derajat kesehatan, hingga penguatan ekonomi lokal dan efisiensi birokrasi.

14 Program Unggulan, Dari Pendidikan Hingga Infrastruktur

Untuk mendukung percepatan pencapaian visi dan janji kampanye kepala daerah, Pemerintah Kota Sukabumi menetapkan 14 program unggulan, antara lain:

Beasiswa Sarjana bagi siswa kurang mampu
Posyandu Ayeuna untuk kesehatan ibu dan anak
Sukabumi Kota Wakaf sebagai penguatan ekosistem sosial
Dana Bergulir dan LKM Syariah untuk UMKM
Festival UMKM Sukabumi
Reaktivasi Jalur KA Cianjur–Sukabumi
Digitalisasi Pemerintahan dan Layanan Publik
Penataan Jalan Protokol dan Stadion Nasional
Penambahan Ruang Terbuka Publik dan PJU
Aplikasi “Sukabumi dalam Genggaman”
Satu Rumah Satu Sarjana
Sertifikasi Aset bagi Warga Miskin

Baca juga:  16 Lembaga Keagamaan Terima Dana Hibah dan Bansos dari Wali Kota Sukabumi

“Program ini bukan sekadar janji politik, tetapi instrumen nyata untuk mempercepat pembangunan yang berdampak langsung ke masyarakat,” jelas Ayep.

Dalam sesi wawancara usai paripurna, Wali Kota Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana menegaskan langkah awal mereka adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menyehatkan kinerja BUMD dan BLUD, serta memastikan seluruh aset daerah produktif dan menghasilkan.

Target lainnya mencakup optimalisasi dana transfer dari pusat, seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH), serta memastikan belanja daerah berorientasi pada produktivitas, bukan hanya penyerapan anggaran.

Pemerintah Kota juga berencana melakukan reformasi struktur birokrasi secara menyeluruh mulai tahun 2025 hingga 2026, dari eselon 2 hingga eselon 4, guna meningkatkan efektivitas kerja dan layanan publik.

Baca juga:  Kodim 0607, Ikuti Apel Gelar Kesiapsiagaan Bencana Alam Tingkat Kota Sukabumi

Sektor pelayanan dasar juga menjadi perhatian utama. Pemerintah Kota akan memperkuat Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa dengan target peningkatan jumlah pelanggan dari 18.000 menjadi 20.000 dalam waktu dekat, dan jangka panjang mencapai 120.000 pelanggan.

Sementara itu, persoalan kebersihan kota terus menjadi fokus, karena lingkungan yang bersih dinilai sebagai elemen fundamental dalam membangun kota yang nyaman dan sehat.

Menutup pemaparannya, Ayep Zaki menyerukan kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan RPJMD sebagai dokumen hidup yang membawa perubahan nyata.

“Visi besar menjadikan Sukabumi sebagai Kota Bercahaya hanya bisa terwujud lewat kerja bersama semua unsur—pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Ini bukan hanya dokumen, tapi kompas pembangunan lima tahun ke depan,” tegasnya.

Dengan arah pembangunan yang terukur dan semangat kolaboratif, Kota Sukabumi di bawah kepemimpinan Ayep Zaki menapaki transformasi menuju kota yang modern, religius, dan inklusif.

Reporter : Rizky Apriliana
Editor : Redaksi

Pos terkait