LINGKARPENA.ID | Populasi penyu hijau (Chelonia Mydas) di kawasan konservasi penyu Pantai Pangumbahan, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, ahir ahir ini disinyalir menurun secara signifikan.
Hal itu diungkapkan Musonip, Humas dan kemitraan pada UPTD konservasi penyu di Pantai Pangumbanan. Menurutnya, ada beberapa faktor penyebab menurunnya populasi penyu di Pantai Pangumbahan. Namun dirinya tidak mau menduga duga. Karena itu perlu pembuktian secara ilmiah.
“Kami tak berani menyimpulkan penyebabnya, karena itu perlu pembuktian melalui kajian ilmiah. Sekali lagi kami tak mau gegabah,” ujarnya kepada Lingkarpena.id Minggu (28/6/2025).
Dikatakan Musonip, berdasarkan data yang masuk dari lapangan, menurunnya populasi penyu di Kawasan konservasi penyu di Pantai Pangumbahan mencapai 92 persen. Itu sejak kawasan tersebut dikelola pemprov Jawa Barat, yang sebelumnya dikelola pihak swasta.
Musonip menyebutkan, ada dua penyebab pasti menurunnya populasi penyu, yaitu rusaknya habitat dan adanya perubahan iklim. Rusaknya terumbu karang dan padang lamun menyebabkan hilangnya habitat alami penyu untuk bertelur dan mencari makan.
“Peningkatan suhu air laut dan perubahan pola cuaca dapat mempengaruhi keberlangsungan hidup penyu dan habitatnya. Fenomena La Nina dan El Nino cukup terasa dampaknya,” tambah Musonip.
Dikatakannya, penurunan populasi penyu memiliki dampak negatif pada ekosistem laut dan bahkan ekosistem manusia. Penyu berperan penting dalam menjaga kesehatan ekosistem padang lamun dan terumbu karang, serta menjaga keseimbangan rantai makanan di laut.
Oleh karena itu, upaya konservasi penyu sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup spesies ini.
“Ayo bersama sama kita jaga kelestarian satwa langka ini. Dan perlu diingat keberadaan habitat penyu di Pantai Pangumbahan ini menjadi salah satu poin penting dalam validasi Unesco untuk Geopark Ciletuh,” tandasnya.
Secara teori menurut para ahli bahwa induk penyubersifat fototaksis negatif. Artinya dia sangat sensitif dan takut terhadap cahaya buatan.






