Apresiasi dari Evaluator UNESCO, Dispar Sukabumi Dinilai Konsisten Lestarikan Geopark

LINGKARPENA.ID | Pengelolaan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali menuai pujian. Dua evaluator UNESCO Global Geopark (UGGp), Zhang Chenggong asal Tiongkok dan Bozan Rezun dari Slovenia, menyampaikan apresiasi atas kemajuan signifikan yang dicapai kawasan ini dalam upaya revalidasi status sebagai UNESCO Global Geopark.

Kunjungan kedua evaluator ini berlangsung di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Senin (30/6/2025), sebagai bagian dari proses evaluasi berkala terhadap status Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.

Zhang Chenggong menyebut Kabupaten Sukabumi telah menunjukkan perkembangan luar biasa dalam memenuhi rekomendasi dari UNESCO sejak revalidasi pertama dilakukan.

Baca juga:  CGF 2024 Momentum Kebangkitan Kepariwisataan Kabupaten Sukabumi

“Revalidasi pertama terdapat 18 rekomendasi. Kini, tinggal tiga yang tersisa. Ini pencapaian besar. Pemerintah Kabupaten Sukabumi sudah melakukan banyak hal, dan warisan geologi di sini benar-benar luar biasa. Setelah visitasi, kami akan berdiskusi lebih lanjut agar geopark ini bisa menjadi lebih baik lagi,” ujar Zhang.

Hal senada disampaikan Bozan Rezun. Menurutnya, Geopark Ciletuh-Palabuhanratu adalah salah satu situs geologi yang unik dan penting di dunia.

“Selama 3 hingga 4 hari ke depan kami akan menikmati keindahan kawasan ini. Semoga kita bisa terus bekerja sama di tahun-tahun mendatang,” ucapnya.

Baca juga:  Dikukuhkan Perpanjangan Masa Jabatan Kades. Ketua DPRD : ADD Ngeri-Ngeri Sedap, Kades Harus Berhati-Hati

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas apresiasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak.

“CPUGGp bukan hanya aset geologi, tetapi juga bagian dari strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Sukabumi. Kami terus berkomitmen menjalankan program-program yang sesuai dengan standar UNESCO, menjaga keseimbangan antara pelestarian dan pemberdayaan masyarakat,” jelas Sendi.

Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari sinergi unsur pentahelix—akademisi, komunitas, dunia usaha, media, dan pemerintah.

Baca juga:  Tahun 2021, Pemdes Wanajaya Prioritaskan Pengadaan Mobil Ambulans

“Kami berharap CPUGGp kembali mendapatkan green card dari UNESCO. Ini bukan hanya pengakuan internasional, tetapi juga motivasi untuk terus berbenah,” tambahnya.

Sebagai informasi, Ciletuh-Palabuhanratu merupakan geopark pertama di Jawa Barat yang diakui secara internasional. Kawasan ini memiliki kekayaan geologi, ekologi, dan budaya yang menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dengan apresiasi dari evaluator UNESCO ini, peluang untuk mempertahankan bahkan meningkatkan status Ciletuh-Palabuhanratu sebagai geopark berstandar internasional kian terbuka lebar.

Reporter : Rijal
Redaktur : Redaksi

Pos terkait