LINGKARPENA.ID | Kesiapan sekolah menerima siswa baru di tahun ajaran 2025/2026, untuk SDN Simpangan, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, terkendala dengan keterbatasan ruangan kelas yang ada. Akibatnya proses belajar mengajar menjadi terganggu.
Ambruknya dua ruang belajar di sekolah tersebut berdampak pada proses pembelajaran. Para siswa harus rela dan terpaksa mengikuti proses belajar secara bergilitan, bahkan harus duduk lesehan karena keterbatasan sarana.
Seorang tenaga pengajar di SDN Simpangan mengungkapkan kondisi yang ada. Dikatakannya, untuk berlangsungnya pembelajaran proses bejalar mengajar dilakukan dengan sistem bergiliran. Cara ini dipilih sebagai satu satunya solusi dalam kondisi darurat.
“Anak-anak masuk pukul 06.30 WIB sesuai aturan baru. Siswa baru sekitar 40 orang, tapi ruang kelas yang tersedia tidak mencukupi. Kelas dua harus belajar bergantian, sebagian harus lesehan,” ungkapnya kepada awak media.
Terkait kondisi itu, pihak sekolah telah melakukan upaya pelaporan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Namun kata Kepala SDN Simpangan, Muhamad Yunus, hingga saat ini belum ada tindakan konkret.
“Dua ruang belajar ambruk sejak beberapa waktu lalu. Kami sudah melapor, tetapi belum ada perbaikan ataupun informasi kelanjutan,” ujarnya.
Kondisi ini pun disorot ketua Komite SDN Simpangan, Enci. Ia mengkhawatirkan dengan kondisi yang ada akan berdampak pada kualitas belajar siawa. Ia juga menyuarakan harapan atas realisasi program makan siang gratis dari pemerintah pusat.
“Dulu ruang kelas cukup. Tapi sekarang, karena dua ambruk dan belum diperbaiki, kegiatan belajar harus digilir. Kami juga berharap program makan gratis segera dijalankan. Apalagi sekarang jam masuk lebih pagi, tentu anak-anak butuh asupan tambahan,” ujarnya.
Kondisi ini mencerminkan darurat pendidikan di tingkat dasar, yang seharusnya segera mendapat respon nyata dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Perbaikan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak demi menjamin hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan nyaman.**






