LINGKARPENA.ID | Sepekan digelarnya Operasi Patuh 2025 Satuan Lalu lintas Polres Sukabumi berhasil menjaring ratusan kendaraan roda dua dan empat yang melalukan pelanggaran. Operasi penegakan disiplin lalu lintas yang digelar Korps Lalu lintas (Korlantas) Polri ini berlangsung mulai 14 hingga 27 Juli 2025.
Diungkapkan Kasatlantas Polres Sukabumi, AKP Arif Saeful Haris, selama operasi berlangsung telah ditindak sebanya 265 pelanggaran. Pelanggaran didominasi oleh pengendara sepeda motor yang berkendara dengan tidak menggunakan helm.
“Jumlah terbanyak masih didominasi pengendara motor yang abai terhadap keselamatan pribadi. Tidak pakai helm menjadi pelanggaran paling umum dengan jumlah mencapai 186 kasus,” kata AKP Arif, kepada awak media, Selasa (22/7/2025).
Lanjut ungkap Akp Arif, jenis pelanggaran lainnya yang berhasil ditindak petugas antara lain penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar sebanyak 22 kasus, tidak memasang plat nomor (19), berboncengan lebih dari satu orang (14), dan melawan arus lalu lintas (6).
Para pelanggar berasal dari beragam latar belakang, dengan karyawan swasta menempati posisi teratas sebanyak 166 orang. Diikuti oleh mahasiswa (41), ibu rumah tangga (35), pelajar (18), dan pegawai negeri sipil (5).
Akp Arif menyebutkan, banyak pelanggar yang memberikan alasan sepele, seperti mengaku hanya bepergian jarak dekat, lupa membawa helm, atau sekadar hendak ke kebun.
“Alasan klasik semacam ini sering kami dengar. Padahal, kecelakaan bisa menimpa siapa saja tanpa mengenal waktu dan tempat. Tidak ada yang bisa menjamin keselamatan jika kita sendiri tidak disiplin,” tegasnya.
Operasi ini merupakan bagian dari agenda nasional dengan tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas.” Tujuannya adalah untuk menumbuhkan budaya disiplin di jalan raya, bukan sekadar menindak pelanggar.
AKP Arif mengajak seluruh warga untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
“Kami tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga edukasi kepada masyarakat. Harapan kami, kedisiplinan dalam berlalu lintas bisa menjadi bagian dari budaya masyarakat Sukabumi,” pungkasnya.






