Gebyar 1 Muharram PC PMII Kota Sukabumi di Panti Sosial Asuhan Anak Al-Fitroh: Meneguhkan Nilai Kepedulian, Menguatkan Persaudaraan dan Menolak Bullying

LINGKARPENA.ID | Semangat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum bagi Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Sukabumi untuk menghadirkan aksi nyata di tengah masyarakat. Melalui rangkaian kegiatan Gebyar 1 Muharram yang digelar di Panti Sosial Asuhan Anak Al-Fitroh, Selasa (16/6/2026), para kader PMII tidak hanya melaksanakan santunan kepada anak-anak panti, tetapi juga menggelar Deklarasi Anti Bullying sebagai bentuk komitmen membangun lingkungan yang aman, ramah, dan penuh kasih sayang bagi generasi muda.

 

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan dan dihadiri oleh jajaran pengurus PC PMII Kota Sukabumi, anak-anak panti asuhan, pengelola panti, unsur pemerintah melalui Dinas Sosial Kota Sukabumi, serta berbagai pihak yang turut memberikan dukungan terhadap gerakan sosial kemasyarakatan tersebut.

 

Momentum Muharram dimaknai bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Islam, melainkan sebagai ajakan untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperbaiki diri, memperkuat solidaritas, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui santunan, silaturahmi, edukasi, hingga deklarasi bersama menolak segala bentuk perundungan (bullying).

 

Ketua Pelaksana kegiatan, Ary Yudia Permana, menyampaikan bahwa Gebyar Muharram merupakan bentuk implementasi nyata kepedulian sosial kader PMII terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian bersama.

 

“Kegiatan Gebyar 1 Muharram dan santunan kepada anak panti asuhan menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan semangat persaudaraan yang dijunjung organisasi. Melalui rangkaian acara ini kami tidak hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga hadir langsung berbagi kasih dan perhatian kepada adik-adik panti. Muharram harus dimaknai sebagai momentum memperbaiki diri sekaligus memperkuat aksi nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:  Wali Kota Sukabumi Pastikan Natal Berjalan Aman dan Nyaman

 

Ary juga menjelaskan bahwa secara khusus PC PMII Kota Sukabumi mengundang Dinas Sosial Kota Sukabumi sebagai bentuk harapan agar pemerintah semakin memberikan perhatian terhadap keberlangsungan panti-panti asuhan di Kota Sukabumi.

 

“Kami berharap instansi pemerintah dapat terus memperhatikan keberadaan panti asuhan yang ada di Kota Sukabumi sehingga tidak ada anak-anak yang terlantar dan seluruhnya mendapatkan perlindungan, pendidikan, serta kehidupan yang layak,” tambahnya.

 

Sementara itu, Ketua Cabang PC PMII Kota Sukabumi, Sahabat Fahmi Fauzi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi dari salah satu pilar gerakan organisasi yang berorientasi pada kebermanfaatan sosial.

 

Menurutnya, PMII tidak boleh hanya hadir dalam ruang-ruang diskusi akademik dan kaderisasi semata, tetapi harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

 

“Gebyar Muharram ini merupakan implementasi nyata gerakan sosial kemasyarakatan PC PMII Kota Sukabumi. Kami ingin menghadirkan kebahagiaan, memperkuat nilai kepedulian sosial, dan membangun keberpihakan kepada kelompok yang membutuhkan perhatian bersama.”

 

Ia menambahkan bahwa sebagai organisasi kader, PMII memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

 

“PMII hadir bukan hanya untuk berdiskusi tentang perubahan, tetapi juga untuk mewujudkan perubahan melalui aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.”

 

Lebih lanjut, Fahmi menilai bahwa semangat Muharram harus menjadi refleksi bersama untuk terus memperkuat budaya gotong royong dan kemanusiaan di tengah kehidupan sosial yang semakin kompleks.

Baca juga:  Disperkim Lakukan Penataan Ruang Publik Alun-alun Jampangkulon

 

Di sisi lain, Ketua KOPRI PC PMII Kota Sukabumi, Sahabati Risma Fauziah, menuturkan bahwa kegiatan berbagi di panti asuhan bukan hanya tentang memberikan bantuan materi, tetapi juga menghadirkan kasih sayang, perhatian, dan semangat kebersamaan.

 

“Muharram bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi momentum refleksi diri untuk berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian, kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang harus senantiasa hadir dalam kehidupan.”

 

Menurutnya, anak-anak panti mengajarkan banyak pelajaran tentang ketabahan, kesederhanaan, dan rasa syukur.

 

“Melalui kesempatan yang penuh berkah ini kami ingin berbagi kebahagiaan, menghadirkan perhatian, serta memberikan kehangatan bagi adik-adik panti asuhan. Kegiatan ini bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang belajar, membersamai, dan saling menguatkan.”

 

Sementara itu, Ketua Panti Sosial Asuhan Anak Al-Fitroh, Bapak Muhtar, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepedulian yang ditunjukkan oleh keluarga besar PC PMII Kota Sukabumi.

 

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kepedulian seluruh kader PMII Kota Sukabumi. Bagi anak-anak kami, perhatian dan kasih sayang seperti ini memiliki nilai yang sangat besar. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak pihak yang ikut peduli terhadap masa depan anak-anak panti.”

 

Muhtar juga berharap kolaborasi antara organisasi kemahasiswaan, masyarakat, dan pemerintah dapat terus diperkuat demi menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi tumbuh kembang anak-anak.

 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, mengapresiasi inisiatif sosial yang dilakukan PC PMII Kota Sukabumi dan menilai keterlibatan generasi muda sangat penting dalam memperkuat pembangunan sosial di daerah.

Baca juga:  Wabup Hadiri Gebyar 1 Muharram 1448 H di Kecamatan Cidahu

 

“Kami menyampaikan apresiasi atas kegiatan Gebyar Muharram ini. Kehadiran organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang peduli terhadap persoalan sosial merupakan energi positif bagi Kota Sukabumi. Pemerintah tentu tidak dapat bekerja sendiri, sehingga kolaborasi seperti ini menjadi sangat penting.”

 

Ia juga menegaskan bahwa perhatian terhadap anak-anak yang membutuhkan perlindungan sosial merupakan tanggung jawab bersama.

 

“Kami berharap semangat kepedulian ini terus tumbuh dan menjadi gerakan bersama. Anak-anak merupakan amanah yang harus dijaga dan diberikan kesempatan untuk tumbuh, belajar, serta menggapai masa depan yang lebih baik.”

 

Selain santunan dan kebersamaan, kegiatan Gebyar Muharram juga diisi dengan Deklarasi Anti Bullying yang ditandai melalui pembubuhan cap tangan pada media deklarasi sebagai simbol komitmen bersama menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan terhadap anak.

 

Deklarasi tersebut menjadi pesan moral bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari intimidasi. Melalui gerakan tersebut, PC PMII Kota Sukabumi berharap dapat menumbuhkan budaya saling menghargai, menghormati sesama, dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan sejak dini.

 

Gebyar 1 Muharram di Panti Sosial Asuhan Anak Al-Fitroh pada akhirnya bukan hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan manifestasi nyata semangat hijrah yang diwujudkan melalui aksi sosial, kepedulian, dan kolaborasi untuk membangun masyarakat yang lebih peduli, inklusif, serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan kemanusiaan.

Pos terkait