LINGKARPENA.ID | Seorang pelajar mengalami luka serius akibat perkelahian antarpelajar yang diduga melibatkan penggunaan senjata tajam di wilayah Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (16/6/2026) sore.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan Pudunan Makam Loji, Kampung Sawah Garung, RT 03/03, Desa Loji. Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden bermula dari adanya ajakan tawuran yang beredar melalui pesan singkat antarkelompok pelajar.
Seorang warga yang mengetahui kejadian tersebut namun enggan disebutkan namanya mengatakan, sejumlah pelajar dari beberapa sekolah berkumpul di lokasi yang telah disepakati sebelumnya untuk melakukan perkelahian.
“Awalnya mereka janjian melalui pesan singkat. Saat sampai di lokasi, ternyata kelompok lawan jumlahnya lebih banyak dan ada yang membawa senjata tajam jenis celurit. Situasi langsung ricuh dan para pelajar berusaha menyelamatkan diri,” ujarnya.
Dalam kejadian itu, seorang pelajar mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dan satu pelajar lainnya terjatuh dari kendaraan saat berusaha melarikan diri. Korban diketahui berinisial MRP (14) dan YA (15), keduanya merupakan warga Kecamatan Palabuhanratu.
MRP mengalami luka terbuka pada bagian punggung kanan atas dan harus mendapatkan puluhan jahitan. Sementara YA mengalami luka terbuka di bagian punggung kanan serta mengalami cedera pada pinggul akibat terjatuh dari sepeda motor.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan membawa korban untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan adanya peristiwa perkelahian antarpelajar yang mengakibatkan korban luka. Petugas telah mendatangi lokasi kejadian, melakukan pendataan, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga korban untuk proses penanganan lebih lanjut.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut serta menelusuri kelompok pelajar yang terlibat dalam tawuran bersenjata tajam itu.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian serius terkait maraknya aksi tawuran pelajar yang tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat sekitar. Berbagai pihak diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap generasi muda agar kejadian serupa tidak kembali terulang.






