LINGKARPENA.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi memaparkan capaian dan strategi 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting dalam rangka Penilaian Kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Jawa Barat 2025. Kegiatan berlangsung di Pendopo Sukabumi, Jumat (15/8/2025), dan dihadiri unsur lintas sektor, termasuk Sekretaris DPPKB Kabupaten Sukabumi, Hj. Tia Fatimah.
Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, selaku Ketua TPPS, memaparkan progres penanganan stunting, tantangan di lapangan, serta strategi percepatan intervensi. Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka stunting membutuhkan kolaborasi semua pihak.
“Pemanfaatan bonus demografi menjadi kunci utama. Dengan 68,56 persen penduduk berada pada usia produktif, kami optimistis bisa menyiapkan generasi emas Sukabumi yang sehat dan berkualitas,” ujar Andreas.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat 2025, jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi pada 2024 mencapai 2.828.024 jiwa dengan proyeksi meningkat menjadi 2.940.780 jiwa pada 2029. Struktur penduduk didominasi oleh Generasi Z dan Generasi Y, yang dinilai menjadi modal penting untuk mencetak sumber daya manusia unggul.
Sementara itu, hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan prevalensi stunting di Kabupaten Sukabumi berada di angka 20,5 persen, menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penurunan ini merupakan dampak nyata dari pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting, yang meliputi analisis situasi, pemetaan kegiatan, rembuk stunting, pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM), penguatan manajemen data, audit kasus stunting, review kinerja intervensi spesifik, dan intervensi sensitif berbasis lintas sektor.
DPPKB Fokus Perkuat Edukasi dan Pendampingan
Sekretaris DPPKB Kabupaten Sukabumi, Hj. Tia Fatimah, menegaskan pihaknya akan terus memaksimalkan edukasi keluarga dan pendampingan bagi rumah tangga berisiko stunting. Menurutnya, peran desa menjadi faktor penentu keberhasilan program ini.
“Bonus demografi harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mewujudkan generasi emas Sukabumi yang sehat dan produktif. Kami memastikan intervensi berjalan tepat sasaran dan berbasis data,” tegasnya.4
Pemkab Sukabumi mendorong penerapan pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, dan media. Dengan sinergi berbagai pihak, upaya percepatan penurunan stunting diharapkan lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan efektif.
Targetnya, pada 2029 Kabupaten Sukabumi dapat melahirkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global, sekaligus mewujudkan Sukabumi bebas stunting.
Reporter : Rijal
Editor : Redaksi






