LINGKARPENA.ID | Juju Daningsih (68 Tahun) seorang perempuan lanjut usia (lansia) warga asal Kampung Sindangpalay RT 03/06, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, kini tengah berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Janda cerai mati ini diduga menderita penyakit kaki gajah atau Filariasis Limfatik (Elephantiasis).
Mengingat kondisinya sudah sangat parah, pembengkakan pada kaki kirinya semakin hari semakin membesar. Juju kini hanya bisa berdiam diri dan tidak bisa bebas beraktivitas seperti orang sehat pada umumnya.
Informasi didapat, Mak Juju pernah dirujuk ke RS Bhakti Medicare dan oleh dr medicare dilakukan rujukan ke RS sekarwangi. Saran dari pihak dr RS Sekarwangi untuk dilakukan tindakan operasi, namun pasien menolak dengan berbagai pertimbangan.
Dikonformasi lingkarpena.id Kaur Kesra Desa Pasawahan, Uci Sanusi mengatakan, bahwa Pemdes Pasawahan selama ini terus memberi perhatian penuh terhadap kondisi Mak Juju. Bahkan, kata dia, administrasi kepredudukannya pun dinyatakan lengkap.
“Alhamdulilah dari Desa sudah mengurus adminduknya, bahkan kami pun membantu Mak Juju melalui program rutilahu, PKH, BPNT dan KIS BPJS. Sejak diketahui Mak Juju sakit, kami pemdes memberi perhatian penuh kepadanya,” ujar Uci, Kamis (18/9).
Sementara Kepala Puskesmas Cicurug, Dr. Nina Suminarsih mengungkapkan selama ini pihaknya juga secara rutin memerintahkan 4 petugas nakes untuk melakukan monitoring dan penanganan rutin terhadap Mak Juju.
Nina juga menjelaskan, untuk kasus yang dialami Mak Juju ini pihak Puskesmas Cicurug sudah lama menanganinya. Bahkan, ia menyatakan kasus filariasis yang diderita Mak Juju sudah lama dan hingga saat ini masih terus dipantau.
“Mak Juju juga oleh tim nakes turut diberikan edukasi terkait perawatan penyakitnya, dan kini ia pun sudah bisa melakukan perawatan luka secara mandiri, karena Mak Juju tinggal seorang diri di rumahnya,” singkat Nina.
Kepedulian juga darang dari Pak Kristiawan, seorang relawan sosial yang sejak tahun 2023 melakukan pendampingan terhadap Mak Juju. Saat dihubungi lingkarpena.id mengungkapkan, bahwa timnya pada Rabu (18/9) telah menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan keperluan lainnya.
“Kemarin kita salurkan bantuan paket sembako dan keperluan lainnya berupa kasur, lemari, dan peralatan masak. Dengan bantuan ini mudah mudahan Mak Juju bisa terbantu. Selain itu, karena Mak Juju tidak punya pekerjaan, ia sudah kita bantu dengan program lansia mandiri,” ungkap Kristiawan.
Kristiawan berharap kedepannya Mak Juju bisa diberdayakan dengan melakukan aktivitas yang bisa menghasilkan uang untuk kelangsungan hidupnya. Bahkan dikatakan Kristiawan bahwa saat ini ia dan timnya tengah berupaya untuk memberikan bantuan permodalan bagi Mak Juju.
“Mungkin Mak Juju bisa diberdayakan, karena kurang baik kalau mengandalkan bantuan terus. Tentu ada yang bisa dikerjakan, dia kan dulu pernah bekerja sebagai kuli melipat kain. Kita dan tim akan mengarahkannya untuk mandiri, ya buka warung kecil kecilan lah.” pungkas Kristiawan.






