LINGKARPENA.ID | Upaya memperkuat infrastruktur jalan di Kabupaten Sukabumi terus dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PU Wilayah II Cibadak. Saat ini, pekerjaan rekonstruksi jalan pada ruas Nagrak–Cibadak tengah berlangsung dengan menggunakan konstruksi perkerasan beton semen, sebagai bagian dari kegiatan Rekonstruksi Jalan Nomor Paket 60.
Kepala UPTD PU Wilayah II Cibadak, Heri Hermawan, mengungkapkan bahwa ruas jalan yang menjadi sasaran perbaikan memiliki panjang sekitar 115 meter dengan lebar 5 meter. Pelaksanaan pekerjaan ini dipercayakan kepada CV Eka Mandiri selaku pihak ketiga pelaksana proyek.
Menurut Heri, pemilihan beton semen sebagai material utama bukan tanpa alasan. Jenis perkerasan ini dinilai lebih kuat dan tahan lama dibandingkan perkerasan aspal konvensional, terutama untuk jalur dengan intensitas kendaraan yang tinggi seperti di kawasan Nagrak–Cibadak.
“Perkerasan beton semen lebih kokoh dan mampu menahan beban lalu lintas padat. Kami berharap hasil pekerjaan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kelancaran mobilitas dan perekonomian lokal,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).
Ia menambahkan, rekonstruksi jalan bukan hanya sebatas memperbaiki permukaan yang rusak, melainkan juga bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Kondisi jalan yang lebih baik diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan sekaligus memperlancar arus transportasi antarwilayah.
“Jalan yang baik bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga menyangkut keselamatan warga yang melintas setiap hari,” tambahnya.
Berdasarkan informasi yang tertera pada papan proyek di lokasi, kegiatan rekonstruksi tersebut memiliki nilai pekerjaan sekitar Rp487 juta, dengan anggaran bersumber dari pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi menargetkan peningkatan kualitas infrastruktur jalan di berbagai wilayah strategis guna mempercepat konektivitas antarwilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pekerjaan seperti di ruas Nagrak–Cibadak ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut.






