Yayasan Huddad Gunting Pita SPPG Taman Lestari di Nagrak, 1.689 Anak Siap Jadi Penerima Manfaat

FOTO: Gunting pita dapur MBG SPPG Taman Lestari Yayasan Huddad Sukabumi Sejahtera di Kecamatan Nagrak, Senin (27/10).| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Bentuk upaya Pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak di Kabupaten Sukabumi kembali mendapatkan perhatian serius. Yayasan Huddad Sukabumi Sejahtera (YHSS) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Taman Lestari, Senin (27/10/2025).

Peluncuran berlangsung di halaman GOR Griya Taman Lestari, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi dengan suasana penuh semangat kebersamaan.

Baca juga:  Miris, Melihat Kondisi Bangunan Sekolah Dasar di Kabupaten Sukabumi

 

Acara dibuka secara khidmat dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan doa, dan simbolis pemotongan pita sebagai tanda dimulainya operasional SPPG Taman Lestari.

 

Ela Hayati, pembina Yayasan Huddad Sukabumi Sejahtera yang hadir mewakili Ketua Yayasan, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kerja sama strategis antara YHSS dengan Badan Gizi Nasional ( BGN).

Baca juga:  Angin Kencang Terjang Kecamatan Nagrak, Dua Rumah Warga Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

 

“Peresmian SPPG Taman Lestari menandai langkah awal kami dalam memastikan anak-anak di wilayah Nagrak mendapatkan akses makanan bergizi secara rutin,” ungkap Ela.

 

Menurutnya, fasilitas pelayanan gizi tersebut akan menyasar sedikitnya 1.689 anak dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMK di Kecamatan Nagrak.

 

“Selain memberikan makanan sehat, program ini juga kami arahkan untuk mendorong kemandirian masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi lokal,” tambahnya.

Baca juga:  Rumah Warga Nagrak Sukabumi Ambruk, Ini Nasib Satu Keluarga?

 

Ela menegaskan, komitmen yayasan bukan hanya pada pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup keluarga di sekitarnya. Program MBG diharapkan dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara lembaga sosial dan pemerintah dalam membangun generasi sehat dan produktif.

Pos terkait