LINGKARPENA.ID | Seekor penyu hijau (Chelonia mydas) berukuran besar ditemukan terdampar di pesisir Pantai Minajaya, tepatnya di kawasan Muara Cipamarangan, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Rabu (10/6/2026) pagi. Kemunculan satwa laut yang dilindungi tersebut sontak mengundang perhatian warga dan pengunjung yang berada di sekitar lokasi.
Penyu dengan berat diperkirakan mencapai 100 kilogram itu pertama kali terlihat berada di bibir pantai saat kondisi air laut sedang surut. Warga yang khawatir keselamatan satwa langka tersebut kemudian berinisiatif melakukan evakuasi secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya.
Proses evakuasi berlangsung cukup menarik perhatian. Belasan warga tampak bahu-membahu mengangkat penyu menggunakan tangga bambu yang dijadikan tandu darurat. Dengan penuh kehati-hatian, satwa tersebut dipindahkan dari area pantai menuju lokasi yang lebih aman sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
Aep, pemilik warung lesehan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, mengaku menjadi salah satu orang pertama yang melihat keberadaan penyu tersebut sekitar pukul 07.00 WIB.
“Saya lihat penyu itu sudah berada di pinggir pantai sekitar jam tujuh pagi. Awalnya saya kira batu besar karena dari jauh tidak bergerak. Setelah didekati ternyata penyu hijau ukuran besar. Saya langsung memberitahu warga sekitar,” ujar Aep kepada wartawan.
Menurut Aep, kemungkinan penyu tersebut naik ke daratan untuk mencari lokasi bertelur. Namun kondisi air laut yang sedang surut diduga membuat satwa itu kesulitan kembali ke habitatnya.
“Dugaan saya penyu ini naik ke pantai untuk bertelur. Tapi karena air sedang surut, akhirnya tidak bisa kembali ke laut dan terdampar di sekitar muara,” katanya.
Sementara itu, warga pengunjung, Dedi (42), mengaku baru pertama kali melihat penyu hijau berukuran sebesar itu berada begitu dekat dengan permukiman warga.
“Jarang sekali ada penyu sebesar ini muncul di sini. Kami khawatir kalau dibiarkan terlalu lama di darat bisa stres atau terluka. Makanya warga langsung sepakat membantu evakuasi,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan warga lainnya yang ikut menggotong penyu menggunakan tangga bambu bersama warga lainnya.
“Berat sekali, mungkin sekitar seratus kilo lebih. Tapi karena ini satwa yang harus dilindungi, warga semangat membantu. Kami ingin penyu ini bisa kembali ke laut dengan selamat,” ujarnya.
Kemunculan penyu hijau di kawasan Pantai Minajaya menjadi pengingat bahwa pesisir selatan Sukabumi masih menjadi bagian penting dari habitat berbagai satwa laut dilindungi. Penyu hijau sendiri merupakan salah satu spesies yang keberadaannya terus dijaga karena populasinya terancam akibat kerusakan habitat, pencemaran laut, dan aktivitas perburuan.
Peristiwa ini pun menjadi tontonan sekaligus edukasi bagi masyarakat sekitar. Banyak warga berharap kemunculan penyu tersebut menjadi pertanda bahwa ekosistem laut di kawasan pesisir selatan Sukabumi masih terjaga dengan baik serta dapat terus dilestarikan untuk generasi mendatang.






