LINGKARPENA.ID | Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi mulai lakukan langkah strategis. Persiapan dilakukan agar kawasan wisata tetap bersih, nyaman, dan siap menyambut ribuan wisatawan yang biasanya memadati pantai-pantai Sukabumi di akhir tahun.
Salah satu fokus utama Dispar adalah menjaga kebersihan pantai—mulai dari Cikakak, Palabuhanratu, hingga Cisolok. Kepala Dispar Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan bahwa wisata yang menarik bukan hanya soal pemandangan, tapi juga soal kebersihan lingkungan.
“Kebersihan itu kunci utama pariwisata. Kalau pantainya bersih, wisatawan senang, masyarakat pun diuntungkan,” kata Ali, Senin (3/11/2025).
Untuk itu, Dispar bakal menggelar gerakan bersih pantai bersama berbagai pihak. Aksi ini menjadi langkah awal sebelum gelombang wisatawan datang pada puncak libur akhir tahun.
“Biasanya pengunjung mulai ramai sejak awal Desember. Kami tidak ingin ada tumpukan sampah di titik-titik wisata. Jadi kami siapkan langkah antisipasi dari sekarang,” jelasnya.
Namun, Ali tak menutup mata bahwa pengelolaan sampah membutuhkan dukungan banyak pihak. Karena keterbatasan armada dan personel di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dispar berencana menggandeng perusahaan swasta lewat program CSR. Tujuannya, agar pengangkutan sampah di kawasan wisata bisa berjalan tanpa hambatan.
“Kami sedang menjajaki kerja sama dengan pihak swasta untuk memperkuat armada kebersihan. Harapannya, nanti saat musim libur, pantai tetap bersih setiap hari,” tambahnya.
Selain urusan sampah, Dispar juga punya rencana lain: menghidupkan kembali Geopark Information Center (GIC) di Palabuhanratu. Gedung yang sempat sepi itu akan difungsikan kembali sebagai pusat informasi wisata dan tempat promosi produk lokal.
“Kami ingin GIC ini aktif lagi. Hari ini kami apel di sana, supaya pegawai merasa memiliki dan mau menjaga tempat ini,” ujar Ali.
Tak hanya pegawai Dispar, kegiatan bersih pantai juga akan melibatkan banyak pihak, mulai dari pihak kecamatan, APDESI, PGRI, hingga DLH. Semangatnya sederhana: bekerja sama menjaga kebersihan dan keindahan Sukabumi.
Ali berharap, kerja sama lintas sektor ini bisa menjadi modal kuat untuk menyambut wisatawan pada libur panjang mendatang.
“Kami ingin wisatawan datang ke Sukabumi dengan kesan positif—tempatnya bersih, masyarakatnya ramah, dan pelayanannya baik. Itulah wajah pariwisata yang ingin kami tunjukkan,” tutupnya.






