Tim Relawan KDM Barisan GAWE Rancage Prabowo 08 Dampingi Keluarga Korban Bullying di Subang

LINGKARPENA.ID | Tim Relawan KDM Barisan GAWE Rancage Prabowo Nol Delapan (Kota dan Kabupaten Sukabumi) bersama pegiat sosial turun langsung ke Pos Pengaduan Kampung Pakuan, Purwakarna, Kabupaten Subang, Senin (3/11/2025).

 

Kehadiran mereka untuk memberikan pendampingan hukum dan moral kepada keluarga AK (14), siswi yang diduga menjadi korban perundungan hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.

 

Ketua Paralegal Advokasi Bela Rakyat Indonesia Kota/Kabupaten Sukabumi, Egi Sonia, S.H., CPL, yang juga tergabung dalam relawan GAWE Rancage, menyatakan sejak awal pihaknya berkomitmen untuk mengawal kasus tersebut hingga ada kepastian hukum bagi keluarga korban.

Baca juga:  Dukung Perumahan MBR, Bank BJB Sukabumi, BP Tapera Serta Apersi Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pembiayaan FLPP

 

“Kami tidak akan tinggal diam. Kasus ini harus diusut sampai tuntas, dan pelaku harus mendapat hukuman setimpal agar kejadian serupa tidak terulang lagi di Sukabumi maupun daerah lain,” ujar Egi di hadapan awak media.

 

Ia menegaskan, keluarga korban berhak memperoleh keadilan dan perlindungan penuh dari negara serta dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, tragedi yang menimpa AK menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk tidak menyepelekan praktik bullying di lingkungan pendidikan.

Baca juga:  Gelar Rapat Pansus LKPJ Bupati, DPRD Purwakarta Berikan Rekomendasi Strategis

 

“Perundungan bukan hal sepele. Ini soal nyawa, soal masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua SKP Indonesia, Kristiawan, menambahkan bahwa tragedi yang menelan korban jiwa tersebut harus menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat. Ia mengungkapkan, pihaknya bersama keluarga korban telah melaporkan kasus ini kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar mendapat perhatian dan penanganan yang serius.

 

“Kami berharap kejadian ini menjadi yang terakhir. Tidak boleh ada lagi anak yang kehilangan nyawa karena bullying. Kami ingin keadilan benar-benar ditegakkan,” kata Kristiawan.

Baca juga:  Dessy Susilawati, Anggota Komisi V DPRD Jabar Buka Suara soal Kontroversi Ponpes Al-Zaytun Indramayu

 

Saat ini, kasus kematian AK tengah dalam penyelidikan pihak berwajib. Di tengah proses tersebut, publik berharap agar tragedi ini menjadi momentum perbaikan besar-besaran dalam sistem pengawasan sekolah dan lingkungan sosial anak.

 

“Sekolah harus lebih sigap dalam mendeteksi tanda-tanda anak yang tertekan. Orang tua pun harus peka terhadap perubahan perilaku anak, karena luka mental sering kali tidak terlihat namun bisa berujung fatal,” tutup Kristiawan.

Pos terkait