Bumdes Gunungsungging Produksi Tepung Mocaf, Dorong Kemandirian Pangan Desa

LINGKARPENA.ID | Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, kini mulai memproduksi tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) sebagai upaya mendorong kemandirian dan swasembada pangan di tingkat desa.

 

Mocaf merupakan tepung hasil olahan singkong yang difermentasi, memiliki tekstur halus, dan bisa digunakan sebagai pengganti tepung terigu dalam berbagai resep makanan. Produk ini dikenal lebih sehat karena kaya serat, rendah gula, rendah kalori, serta bebas gluten sehingga cocok untuk berbagai kebutuhan pangan alternatif.

Baca juga:  Potensi Desa Sirnaresmi, Harga Kapulaga Tembus Rp250 Ribu

 

Ketua Bumdes Gunungsungging, Ely Yuliati, menjelaskan bahwa produksi tepung Mocaf merupakan bentuk inovasi desa dalam mendukung diversifikasi pangan lokal serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap produk impor atau industri besar.

 

“Selama ini masyarakat di sini masih bergantung pada tepung terigu dari produk luar seperti Bogasari. Melalui produksi tepung Mocaf ini, kami ingin memperkenalkan produk sendiri yang berasal dari hasil bumi masyarakat Desa Gunungsungging. Rasanya pun lumayan enak dan bisa diolah untuk berbagai makanan,” ujar Ely Yuliati, Rabu (12/11/2025).

Baca juga:  BUMDes Berkah Warga Maju Buniwangi Santuni Anak Yatim dan Lansia

 

Ely menambahkan, selain memberikan alternatif pangan yang sehat dan ekonomis, pihaknya juga berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan petani singkong di desanya dengan menjamin harga jual yang layak.

 

“Kalau harga singkong di pasaran jatuh di bawah seribu rupiah per kilogram, maka Bumdes akan membeli dengan harga lebih tinggi dari harga pasaran. Ini agar petani tetap semangat menanam dan produksi singkong tetap berkelanjutan,” jelasnya.

Baca juga:  Gebyar Bumdes LKD, Bupati Marwan: Bumdesama Harus Bangkit dan Koordinasi dengan UMKM

 

Langkah ini, kata Ely, menjadi bagian dari strategi besar desa dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan pangan impor.

 

“Kami berharap, melalui pengembangan Mocaf ini, Desa Gunungsungging bisa menjadi contoh bagi desa lain dalam mengelola sumber daya alamnya menjadi produk unggulan yang bernilai tambah,” pungkas Ely.

Pos terkait