Harga Sayuran di Sukabumi Merangkak Naik Jelang Nataru, Cabai Rawit Merah Tembus Rp80 Ribu

LINGKARPENA.ID | Menjelang pergantian tahun, harga sejumlah komoditas sayuran di pasar-pasar tradisional Kabupaten Sukabumi mulai menunjukkan tren kenaikan. Meski sebagian besar masih dalam batas wajar, lonjakan harga cabai rawit merah menjadi yang paling menonjol dan menarik perhatian masyarakat.

 

Berdasarkan hasil pemantauan di beberapa pasar, salah satunya Pasar Cisaat, harga cabai rawit merah kini berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram. Angka tersebut melonjak cukup tajam dibandingkan harga sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram. Selain cabai rawit merah, komoditas lain seperti cabai rawit hijau, cabai keriting, tomat, wortel, hingga kentang juga mengalami kenaikan harga.

Baca juga:  Luncurkan Marketing Gallery, Kawasan Industri Cikembar Ciptakan Lapangan Kerja

 

Kondisi ini berdampak langsung terhadap aktivitas jual beli di pasar. Sejumlah pedagang mengakui daya beli masyarakat cenderung menurun seiring naiknya harga kebutuhan dapur, terutama komoditas sayuran yang dikonsumsi harian.

 

Kepala Bidang Sarana Distribusi dan Stabilitas Harga Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi, Usep Sertyawan, menjelaskan bahwa kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) merupakan pola yang hampir selalu berulang setiap tahun.

Baca juga:  Barang Bekas dan Antik Hasilkan Rezeki Berlimpah

 

“Setiap menjelang Nataru, permintaan biasanya meningkat secara bersamaan. Situasi ini berpengaruh terhadap harga di pasar. Namun, kami optimistis kenaikan ini bersifat sementara dan akan kembali normal setelah momentum perayaan berlalu,” ujarnya, Jumat (19/12/2025).

 

Usep menambahkan, Disdagin secara intensif melakukan pemantauan harga serta memastikan ketersediaan stok bahan pokok di pasar-pasar tradisional. Pengawasan tersebut bertujuan untuk menjaga pasokan tetap aman sekaligus mengantisipasi potensi lonjakan harga yang tidak wajar.

 

Tak hanya turun langsung ke lapangan, Disdagin juga menjalin koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha agar distribusi bahan pokok berjalan lancar. Langkah ini diharapkan mampu meredam gejolak harga, terutama pada komoditas strategis yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Baca juga:  Puluhan Pelaku UMKM di Kota Sukabumi Ikuti Pelatihan Kewirausahaan

 

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Nataru. Upaya ini dilakukan agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus terbebani kenaikan harga yang berkepanjangan.

 

Sebagai penutup, Disdagin mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan, karena hal tersebut dapat memperparah tekanan harga di tingkat pasar.

Pos terkait