Barang Bekas dan Antik Hasilkan Rezeki Berlimpah

Pemilik toko Binangkit H Didin saat melayani pembeli barang-barang bekas dan antik.| Foto: Fitra Yudi

LINGKARPENA.ID | Pengelola barang bekas H. Dindin sangat berpotensi dan menghasilkan rezeki yang besar. Pusat barang bekas ini bertempat di Jalan Ahmad Yani, Shopping Center lantai 3 Kota Sukabumi.

Berbagai macam barang bekas zaman dahulu sampai zaman sekarang berbentuk original tersedia di toko “BINANGKIT”.  Salah satu contoh lemari jati sampai alat elektronik seperti keramik, Guci dan lainnya. Adapun untuk pasarnya hanya orang-orang tertentu saja dan belum tersebar di masyarakat umum.

Baca juga:  Menutup Pelatihan Merangkai Bunga, Kalapas Kelas IIB Sukabumi: Semoga WBP Mendapat Ilmu dan Bermanfaat

Toko “BINANGKIT” yang milik Haji Dindin ini sudah berdiri sejak 30 tahun lalu. Ia memulai usahanya dari Jakarta sampai merambah ke kota Sukabumi. Didin sempat jjatuh bangun membangun usaha barang bekas itu apalagi ketika pasca covid.

“Saya membangun usaha ini dari nol. Ya alhamdulillah sampai sekarang ini beromzet cukup lumayan besar. Banyak kolektor barang barang antik datang ke toko saya untuk memborong. Terutama Guci dan barang barang lainnya,” ucap H. Dindin kepada Lingkarpena.id Selasa (28/2/23).

Baca juga:  Ribuan Tenaga Pendidik Keagamaan dan Marbot Masjid Dapat Intensif dari Walikota

Lanjut H Didin. dia ingin masyarakat tahu, bahwa barang bekas tidak kalah baik dengan barang terbaru karna cendrung antik. Disamping itu barang bekas ada banyak yang mempunyai nilai history.

Sementara itu Hendra Sanjaya yang salah satu pelanggan toko BINANGKIT yang berdomisili di kawasan Ciaul Kota Sukabumi mengatakan, dirinya suka dengan barang-barang antik atau bekas yang memiliki kualitas bagus.

Baca juga:  IDI Kota Sukabumi Terima Penghargaan, Ini Penjelasan AKBP Sy Zainal

“Saya juga membeli tape recorder ini karna antik dan menambah barang koleksi saya dirumah,” singkatnya.

Dindin berharap, masyarakat khusus nya kota Sukabumi dapat menerima kehadiran barang bekas ini dengan nilai unik nya yang mungkin tidak dapat di produksi kembali.

Pos terkait