Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir Bandang di Nyalindung, Enam RT Terisolir dan Puluhan Jembatan Rusak

Banjir dan longsor serta rumah tertimpa pohon di Kecamatan Nyalindung yang terjadi pada Minggu malam (28/12).| Sumber foto: p2bk Nyalindung

LINGKARPENA.ID | Hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama memicu terjadinya bencana longsor dan banjir bandang di wilayah Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Minggu (28/12/2025) sore. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah jembatan penghubung antar kampung terputus, rumah warga terdampak, serta ratusan jiwa terpaksa mengungsi demi menghindari ancaman longsor susulan.

 

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nyalindung mencatat, bencana terjadi sekitar pukul 15.30 WIB dan melanda beberapa titik, di antaranya Kampung Karikil RT 01, 02, dan 03 RW 01, Kampung Karikil RT 03 RW 02, Kampung Cigadog RT 01 dan 02 RW 02, Kampung Cipiit RT 04 RW 06, serta Kampung Cikaak RT 04 RW 03.

 

P2BK Kecamatan Nyalindung, A. Ahmad, menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi menyebabkan aliran air meluap disertai pergerakan tanah di sejumlah lereng. Kondisi tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur vital dan memutus akses antar wilayah.

 

“Hujan deras dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama mengakibatkan banjir bandang dan longsor. Dari kejadian tersebut, sejumlah jembatan penghubung antar kampung dan antar desa mengalami kerusakan bahkan putus total,” ujar A. Ahmad, saat dikonfirmasi, Minggu (28/12/2025).

Baca juga:  Pohon Tumbang Timpa Kuburan dan Tutup Jalan Desa di Simpenan, Penyebabnya!

 

Berdasarkan hasil asesmen awal di lapangan, tercatat sedikitnya 10 jembatan terdampak, terdiri dari jembatan beton, jembatan gantung, dan jembatan kayu. Di Kampung Karikil RT 03 RW 01, satu jembatan beton putus, sementara di RT 02 RW 01 satu jembatan gantung penghubung desa mengalami kerusakan berat. Selain itu, di Kampung Cigadog RT 01 RW 02, dua jembatan beton dan enam jembatan kayu penghubung antar kampung turut terdampak.

 

Tidak hanya infrastruktur, bencana longsor juga merusak sejumlah rumah warga. Di Kampung Karikil RT 01 RW 01, satu rumah permanen milik Mahpudin dengan penghuni satu kepala keluarga (KK) berjumlah tiga jiwa terseret longsoran tanah dan kini mengungsi ke mushola setempat. Dua rumah semi permanen lainnya juga mengalami kerusakan berat pada bagian dapur dan kamar mandi akibat tertimbun material longsor dan dihuni oleh dua KK dengan lima jiwa.

Baca juga:  Diguyur Hujan Deras TPT Jembatan Cicatih Longsor

 

Sementara itu, satu rumah semi permanen atas nama Eli, yang dihuni satu KK dengan empat jiwa, mengalami kerusakan ringan setelah terseret longsor dan tertimpa pohon kelapa. Seluruh penghuni rumah terdampak saat ini mengungsi ke mushola dan tempat aman lainnya.

 

“Sebagian warga memilih mengungsi karena khawatir terjadi longsor susulan dan banjir kembali saat hujan turun. Data sementara, ada 67 KK dengan 160 jiwa yang mengungsi ke mushola, majelis taklim, dan rumah sanak saudara, sementara 3 KK dengan 9 jiwa memilih bertahan,” jelas A. Ahmad.

 

Selain kerusakan rumah, bencana ini juga berdampak pada sektor pertanian. Sekitar 30 hektare lahan pertanian dilaporkan terdampak banjir dan longsor. Satu fasilitas umum berupa mushola di Kampung Karikil RT 01 RW 01 juga ikut terdampak. Hingga saat ini, taksiran kerugian material masih dalam proses penghitungan oleh petugas terkait.

 

Beruntung, dalam peristiwa ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka. Namun, dampak aksesibilitas cukup signifikan, dengan enam RT di dua RW dilaporkan terisolir akibat terputusnya akses jalan dan jembatan.

Baca juga:  Ruas Jalan Nyalindung Sukabumi Tertimbun Lumpur, Lalulintas Sempat Lumpuh

 

Menindaklanjuti kejadian tersebut, P2BK Kecamatan Nyalindung segera melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, pihak kecamatan, Koramil, Polsek, BPBD Kabupaten Sukabumi, serta relawan kebencanaan lainnya. Tim gabungan juga telah diterjunkan untuk melakukan asesmen lanjutan dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada.

 

“Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan melakukan asesmen ke lokasi. Warga kami imbau untuk selalu waspada, terutama jika hujan kembali turun,” tegas A. Ahmad.

 

Saat ini, kondisi cuaca di wilayah Kecamatan Nyalindung dilaporkan masih mendung, sehingga potensi bencana susulan tetap perlu diantisipasi. P2BK Nyalindung menyebutkan sejumlah kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, di antaranya kebutuhan dasar hidup, obat-obatan, serta bronjong untuk pembangunan pondasi jembatan darurat guna membuka kembali akses warga.

 

Laporan ini merupakan data awal sementara dan akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan.

Pos terkait