Sekda Sukabumi Dorong Orangtua Jauhkan Anak dari Ketergantungan Gawai Lewat Aktivitas Edukatif

Sumber foto: akun medsos Pemkab Sukabumi

LINGKARPENA.ID | Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mendorong peran aktif orangtua dalam membentuk kebiasaan positif anak sejak usia dini. Salah satunya dengan membatasi penggunaan gawai dan menggantinya dengan kegiatan yang bersifat edukatif serta kreatif.

 

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, saat meresmikan program Tinggalkan Android Dalam Empat Jam Bareng Perpustakaan (Tandem Baper) yang diikuti anak-anak TK/PAUD dan SD sederajat. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Perpustakaan Daerah, Komplek Gelanggang Pemuda Cisaat, Senin (5/1/2026).

 

Sekda menilai kebiasaan memberikan gawai kepada anak hanya demi membuat mereka tenang merupakan pola asuh yang perlu diubah. Menurutnya, penggunaan gawai tanpa kontrol berpotensi menimbulkan ketergantungan hingga gangguan kesehatan.

Baca juga:  Tahun Baru, Danyon Armed 13 Nanggala Kostrad Bagikan Puluhan Paket Sembako

 

“Sering kali gawai dijadikan solusi instan agar anak diam. Padahal, jika dibiarkan, anak bisa kecanduan dan berdampak pada kesehatan mata maupun perkembangan sosialnya,” ujarnya.

 

Ia menekankan bahwa anak-anak seharusnya diarahkan pada aktivitas yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Dengan demikian, ketertarikan terhadap gawai dapat dialihkan ke hal yang lebih produktif.

 

“Jika anak menyukai gambar atau animasi, arahkan mereka belajar animasi. Dengan begitu, teknologi tidak hanya dikonsumsi, tetapi dimanfaatkan secara positif,” katanya.

 

Sekda pun mengapresiasi inisiatif Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi yang menghadirkan program Tandem Baper sebagai alternatif kegiatan anak selama libur sekolah. Menurutnya, pendekatan ini efektif dalam membangun kebiasaan belajar sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gawai.

Baca juga:  Mubazir, Eks Lahan Terminal Sudiman Dibiarkan Terbengkalai

 

“Di sini anak-anak diberi ruang untuk mengeksplorasi minatnya. Tanpa disadari, keinginan bermain gawai pun dapat ditekan,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pendidikan karakter anak dimulai dari lingkungan keluarga. Anak-anak yang dididik dengan baik akan menjadi pondasi kuat bagi masa depan bangsa.

 

“Anak-anak kita adalah calon pemimpin masa depan. Pendidikan dan pendampingan dari orangtua menjadi kunci utama mencetak generasi yang berkualitas,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi, Hj. Aisyah, menjelaskan bahwa peserta Tandem Baper akan mengikuti berbagai kelas tematik sesuai minat masing-masing.

Baca juga:  Sinergi Lintas Sektor, Pariwisata Sukabumi Digenjot Lebih Tertib dan Berkelas

 

“Anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelas seperti Bahasa Inggris, matematika, animasi, dan kelas kreatif lainnya. Mereka bebas memilih sesuai ketertarikannya,” jelasnya.

 

Program yang berlangsung selama tiga hari tersebut dirancang tidak hanya sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga wahana rekreasi edukatif selama masa libur sekolah.

 

“Dua hari anak belajar di dalam kelas, dan satu hari lainnya kami ajak belajar di luar ruangan melalui kunjungan edukatif yang dikemas dengan permainan,” pungkasnya.

Pos terkait