LINGKARPENA.ID | Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Imbauan ini merujuk pada peringatan dini cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia menjelang akhir Januari 2026.
BMKG mencatat, potensi peningkatan cuaca ekstrem diperkirakan terjadi pada periode 21 hingga 26 Januari 2026. Wilayah yang terdampak meliputi Sumatra bagian selatan, Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak, seperti banjir, tanah longsor, genangan, hingga gangguan pada aktivitas dan transportasi masyarakat.
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana seperti bantaran sungai, lereng perbukitan, dan wilayah dengan sistem drainase yang kurang memadai. Warga juga diminta untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat.
BMKG menjelaskan, peningkatan potensi cuaca ekstrem ini salah satunya dipicu oleh munculnya bibit siklon tropis 97S. Sistem ini menyebabkan penguatan pertemuan dan belokan angin di wilayah Indonesia bagian selatan. Pergerakan bibit siklon tropis 97S ke arah barat turut meningkatkan pembentukan awan hujan, sehingga memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Fenomena tersebut meningkatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah selatan, termasuk kawasan Jawa bagian selatan. Kondisi atmosfer yang labil dapat memicu hujan lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang dalam durasi singkat. Kombinasi faktor global hingga lokal ini secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi.
BMKG mengajak masyarakat untuk tetap tenang namun tidak lengah, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terburuk. Langkah-langkah antisipasi seperti membersihkan saluran air, menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat, dan menyiapkan perlengkapan darurat dinilai penting untuk meminimalisasi risiko.
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca bersifat sangat dinamis dan dapat berubah dengan cepat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi dan peringatan dini cuaca terkini guna menjaga keselamatan diri dan lingkungan sekitar.






