LINGKARPENA.ID | Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi melakukan pemantapan indikator kinerja sektor pariwisata melalui rapat evaluasi yang digelar pada Selasa, 13 Januari 2025. Forum tersebut difokuskan pada analisis tren kunjungan wisatawan serta Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel sebagai tolok ukur kontribusi pariwisata terhadap perekonomian daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyampaikan bahwa pembahasan indikator kinerja menjadi bagian penting dalam menyusun kebijakan pariwisata yang terarah dan terukur, sekaligus mendukung visi pembangunan daerah dalam RPJMD Kabupaten Sukabumi 2025–2029.
“Sektor pariwisata tidak bisa hanya dilihat dari ramainya kunjungan, tetapi harus diukur dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Di situlah pentingnya indikator kinerja yang jelas,” ujar Ali.
Sebagai langkah lanjutan, Dinas Pariwisata bersama Baperlitbangda melaksanakan kunjungan kerja ke Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukabumi di Kecamatan Karangtengah. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat basis data dan menyelaraskan indikator pariwisata dengan data statistik resmi.
Ali Iskandar menuturkan bahwa konsolidasi data dilakukan agar capaian kinerja pemerintah daerah, khususnya di sektor pariwisata, dapat diukur secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami membutuhkan data yang sahih dan terverifikasi. BPS memiliki kompetensi dan metodologi yang tepat untuk menerjemahkan aktivitas pariwisata menjadi ukuran kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Dispar memperoleh penjelasan komprehensif terkait metode perhitungan kunjungan wisatawan, rata-rata lama tinggal, hingga kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sukabumi.
Ali menegaskan, data yang akurat akan menjadi dasar evaluasi kebijakan, sekaligus penentu apakah strategi pengembangan pariwisata yang dijalankan sudah tepat sasaran atau perlu penyesuaian.
“Tujuan akhir pembangunan pariwisata adalah kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat. Data memberi arah, apakah langkah yang kami tempuh sudah benar atau masih perlu diperbaiki,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa setiap program pariwisata ke depan harus disusun berdasarkan prinsip kinerja yang terukur, realistis, dan sesuai kondisi faktual di lapangan, serta terakumulasi dalam data yang valid dan dapat dipercaya.
“Kami ingin pariwisata Sukabumi terus memberi manfaat nyata. Kuncinya adalah kolaborasi lintas sektor. Dengan dukungan semua pihak, kami berharap dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” pungkas Ali Iskandar.
Sumber foto : dok Dispar Kab. Sukabumi






