DPU Sukabumi Turun ke Tegalbuleud, Sungai Ciparanje Jadi Fokus Penanganan Banjir

FOTO: Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak pada Rabu (21/1/2026) di Kecamatan Tegalbuleud. [Dok DPU Kab. Sukabumi.]

LINGKARPENA.ID | Pemerintah Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menindaklanjuti bencana banjir yang melanda Kecamatan Tegalbuleud. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak pada Rabu (21/1/2026), dengan menelusuri jalur Sungai Ciparanje yang kerap meluap saat hujan deras.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala DPU didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tegalbuleud. Mereka menyusuri aliran sungai untuk mengamati kondisi fisik sungai dan lingkungan sekitar yang diduga menjadi pemicu terjadinya banjir hingga merendam lahan persawahan warga.

Baca juga:  Resmikan Plaza Balaikota, Wali Kota: Tidak Sah Kalau Ke Sukabumi Belum Selfi di Balaikota

“Kami turun langsung untuk memastikan kondisi aktual Sungai Ciparanje, karena dari laporan awal sungai ini menjadi faktor utama terjadinya genangan di wilayah persawahan,” kata Kepala Uus di sela-sela peninjauan.

Ia menegaskan bahwa kunjungan lapangan ini merupakan tindak lanjut atas arahan langsung Bupati Sukabumi. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh agar pemerintah memiliki gambaran utuh sebelum menentukan langkah penanganan.

“Saya mendapat perintah dari Pak Bupati untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Dari hasil ini, kami akan menyusun rekomendasi, termasuk menentukan apakah penanganannya menjadi kewenangan kabupaten, provinsi, atau memerlukan kebijakan khusus lainnya,” ujarnya.

Baca juga:  Pemkab Sukabumi Terima Penghargaan UHC Award Tahun 2023 dari Kemenko PMK RI

Menurut Kepala Uus, Bupati Sukabumi menaruh perhatian besar terhadap persoalan banjir yang berulang setiap tahun dan berdampak langsung pada mata pencaharian warga, khususnya petani.

“Pak Bupati meminta data yang lengkap dan detail. Tujuannya agar solusi yang diambil benar-benar tepat dan mampu mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang,” ungkapnya.

Selain peninjauan teknis, DPU juga melakukan pengukuran lapangan serta pendataan kerugian akibat banjir. Langkah ini mencakup perhitungan dampak ekonomi dan estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan jangka pendek maupun jangka panjang.

Baca juga:  Tegas Bupati Marwan, Pejabat Matikan Handphone Siap-siap Digeser

“Kami sekaligus melakukan pengukuran, menghitung potensi kerugian, dan menyusun perkiraan biaya penanganan yang diperlukan ke depan,” pungkasnya.

Pemkab Sukabumi berharap hasil kajian teknis ini dapat menjadi dasar perencanaan penanganan banjir yang lebih terarah dan berkelanjutan, sehingga wilayah Tegalbuleud terbebas dari ancaman banjir tahunan. (adv).

Pos terkait