LINGKARPENA.ID | Dugaan kejadian keracunan makanan dilaporkan terjadi di wilayah kerja Puskesmas Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (28/1/2026). Insiden ini diduga berkaitan dengan konsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa dan guru di PAUD Alhadi serta SD Bojong Kopo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket makanan diterima pihak sekolah sekitar pukul 09.00 WIB dan dikonsumsi kurang lebih satu jam kemudian. Beberapa jam setelahnya, tepatnya pada sore hari, sejumlah penerima makanan mulai mengeluhkan gangguan kesehatan.
Kepala Puskesmas Simpenan, Ade Setiawan, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya pertama kali menerima pasien dari salah satu sekolah pada siang hari.
“Sekitar pukul 12.00 WIB, satu siswa SD Bojong Kopo datang ke IGD dengan keluhan gangguan pencernaan. Selanjutnya, dua orang guru dari PAUD Alhadi dan SD Bojong Kopo juga datang dengan keluhan serupa,” ujar Ade Setiawan kepada lingkarpena.id Rabu (28/01/2026).
Menurutnya, para guru sempat mencoba mengonsumsi obat bebas sebelum akhirnya memutuskan datang ke puskesmas karena kondisi tidak kunjung membaik.
“Keluhan mulai dirasakan sekitar pukul 15.20 WIB, seperti mual, mencret, pusing, dan nyeri perut. Saat ini tidak ada pasien yang dirujuk ke rumah sakit. Satu orang sudah dipulangkan dalam kondisi sehat, sementara empat orang masih dalam observasi,” jelasnya.
Menu makanan yang dikonsumsi dalam kegiatan MBG tersebut terdiri dari nasi, nugget, sayur wortel dan buncis, serta tahu goreng. Puskesmas Simpenan kini tengah melakukan penyelidikan epidemiologi guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut, disertai pemantauan kondisi pasien serta koordinasi lintas sektor.
Sementara itu, temuan adanya paket MBG yang diduga berisi tahu dalam kondisi tidak layak konsumsi di wilayah Kecamatan Simpenan menuai reaksi keras dari pemerintah kecamatan.
Camat Simpenan, Supendi, yang dikonfirmasi melalui aplikasi perpesanan, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan anak-anak dan tenaga pendidik.
“Ini bukan soal administrasi atau sekadar teknis program. Ini soal nyawa. Kami sudah berulang kali mengingatkan seluruh SPPG di Simpenan agar tidak bermain-main dengan kualitas makanan,” tegas Supendi.
Ia menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis nasional yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Program ini program mulia dari Presiden. Harus tepat sasaran, tepat kualitas, dan tidak boleh ada unsur kelalaian, apalagi mencari keuntungan sesaat,” katanya.
Supendi juga menyatakan tidak akan ragu mengambil langkah tegas jika terbukti ada pihak SPPG yang lalai.
“Kalau memang ditemukan unsur kelalaian dari SPPG, hari ini juga akan saya laporkan langsung kepada Bupati Sukabumi. Masyarakat kami tidak boleh dirugikan,” ujarnya dengan nada tegas.
Ia menambahkan, Forkopimcam Simpenan telah berulang kali melakukan rapat dan koordinasi dengan seluruh pihak pelaksana MBG, termasuk yayasan pengelola, dan selalu menekankan agar program nasional tersebut tidak dijadikan tameng untuk menutupi kesalahan.
“Jangan berlindung di balik nama program Presiden. Ini amanah besar. Kami minta seluruh pelaksana MBG bekerja dengan niat ikhlas dan penuh tanggung jawab,” tandasnya.
Hingga saat ini, pihak Puskesmas Simpenan bersama unsur terkait masih melakukan pendalaman untuk mencegah kemungkinan munculnya kasus lanjutan serta memastikan keamanan makanan bagi penerima manfaat program MBG di wilayah tersebut.






