HPN di Sukabumi Tanam Pohon, Perhutani: Jangan Cuma Seremoni, Pohon Harus Dirawat

LINGKARPENA.ID | Aksi penghijauan dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Ke- 80, menuai respons positif dari berbagai pihak di Kabupaten Sukabumi. Namun, kegiatan penanaman pohon yang digelar di wilayah Jampang itu diingatkan agar tidak berhenti sebatas acara seremonial.

Para pemangku kepentingan menilai, keberhasilan penghijauan bukan diukur dari jumlah bibit yang ditanam saat kegiatan berlangsung, melainkan dari seberapa banyak pohon yang mampu bertahan hidup setelahnya.

Jika tanpa pengawasan dan pemeliharaan yang konsisten, bibit pohon yang ditanam berisiko mati akibat kekeringan, tergenang air, hingga terserang hama.

Wakil Administratur/KPH Sukabumi, Uday Jubaedi, menegaskan bahwa Perhutani siap mendukung keberlanjutan program tersebut, termasuk dalam hal penyediaan bibit tanaman.

Baca juga:  Komunitas Asumsi Gelar Kopdar dan Anniversary Korwil 3 Pajampangan

“Kami dari Perhutani siap mendukung’. Salah satunya membantu penyediaan bibit. Tapi kegiatan ini jangan sampai berhenti di sini harus ada kelanjutan dan konsep yang jelas ke depan,” kata Uday saat ditemui wartawan, Minggu (15/2/2025).

Menurutnya, penanaman pohon tanpa perawatan hanya akan menjadi kegiatan sia-sia dan berpotensi membuang anggaran serta tenaga.

Jangan sampai kita menanam lalu ditinggalkan. Itu mubazir dan tidak efisien. Harus ada perawatan tahap satu, dua, dan tiga,” tegasnya.

Uday menyebut, pola pemeliharaan harus dibahas secara serius, termasuk menentukan pihak yang bertanggung jawab dalam proses perawatan juga harus mengunakan pupuk hayati cair (Organik) untuk mengurangi pemakaian kimia.

Baca juga:  Pesta Siaga 2026 Surade, Ratusan Pramuka Siaga Tampil Ceria dan Berbudaya

“Nanti kita bahas bersama siapa yang bertanggung jawab. Bisa kolaborasi bersama atau melibatkan pelajar,” ujarnya.

Lebih jauh, Uday menilai pohon merupakan investasi jangka panjang yang berdampak langsung pada kualitas lingkungan. Selain menjaga udara tetap bersih, penghijauan juga berperan penting dalam menjaga cadangan air serta mengurangi risiko bencana seperti banjir dan longsor.

Sebagai tindak lanjut, pihak-pihak terkait akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna menyusun konsep penghijauan yang lebih terarah. Forum tersebut rencananya melibatkan dinas terkait, instansi pemerintah, tokoh masyarakat, pegiat lingkungan, hingga unsur pers.

Sementara itu, Ketua HPN Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi, Heru Yuda, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa insan pers tidak hanya menjalankan tugas jurnalistik, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi sosial.

Baca juga:  Petir Menyambar Rumah Warga di Surade Sukabumi, Ini Jawaban Pihak PLN

Momentum Hari Pers Nasional harus menjadi bukti bahwa pers tidak hanya menjalankan fungsi kontrol sosial, tetapi juga hadir langsung dalam aksi nyata, termasuk penghijauan dan reboisasi di Kabupaten Sukabumi,” kata Heru.

Heru berharap kegiatan penghijauan di Jampang tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat.

Dengan kolaborasi yang kuat serta komitmen perawatan jangka panjang, gerakan penanaman pohon ini diharapkan mampu menjadi warisan hijau bagi generasi Sukabumi ke depan.

Pos terkait