Petir Menyambar Rumah Warga di Surade Sukabumi, Ini Jawaban Pihak PLN

FOTO: Beginilah kondisi rumah Winajar warga Kecamatan Surade pasca rumahnya tersambar petir.| dok Jajang S

LINGKARPENA.ID | Rumah milik Winajar ( 50 ), warga Kampung Babakan Empang RT 04/01, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, tersambar petir, pada Rabu ( 5/7/2024 ) malam.

Saat kejadian Winajar sedang berada di dalam rumah seorang diri dan sedang kondisi sakit. Sementara anak bungsunya, Triana Putri, pergi mengaji di pesantren.

Akibat sambaran petir yang menghantam bagian atap depan tersebut, rumah Winajar mengalami rusak.

Baca juga:  Rumah Warga Palabuhanratu Tersambar Petir, Ini Dampaknya

Najmudin (72) sesepuh kampung Babakan Empang menuturkan, peristiwa tersambarnya rumah tersebut terjadi sekira pukul 22.00 WIB.

“Malam tadi tuh disini hujan dan tiba tiba ada kilatan petir menyambar bagian atap depan rumah Winajar, seketika listrikpun mati. Saya keluar dan menuju rumah itu,” jelas Najmudin.

Kata Najmudin, akibat kejadian itu beberapa barang elektronik rusak, antaralain dua buah pompa air, lampu senter yang sedang di carger, satu buah handphone rusak berkeping, dan kWh meter.

Baca juga:  Kebakaran Grosir di Cisolok Sukabumi, Kerugian Capai 200 Juta

“Selain barang barang milik Winajar yang pada rusak, beberapa MCB pada kWh meter tetanggapun pada rusak,” jelasnya.

Pantauan lingkarpena.id dilapangan, instalasi listrik di rumah yang tersambar petir itu terkesan asal asalan. Pasalnya, pada kWh meter tersebut tidak dipasang kabel grounding (arde) ke tahan.

Kata Winajar, masalah arde tersebut dulu pernah dikomplain, tapi pihak pemasang instalasi menganggap hal itu tidak masalah.

Baca juga:  Keracunan KLB di Sagaranten Sita Perhatian Ketua DPRD, Nakes Purabaya Turut Diterjunkan

“Dulu saya pernah menanyakan masalah itu, tetapi jawaban pihak yang masang, itu ga masalah karena kWh nya kWh pulsa,” kata Winajar.

Sementara Kepala Kantor PLN Surade, Agung, saat dikonfirmasi wartawan menuturkan, bahwa hal tersebut diluar tanggungjawab PLN. “Kejadian ini faktor alam, jadi itu diluar tanggungjawab kami,” singkatnya.

Pos terkait