Tebing Longsor, Ibu dan Anak Tertimpa Dinding Rumah di Parungkuda

FOTO: Kondisi rumah warga Kecamatan Parungkuda pasca diterjang tebing longsor pada bagian kiri rumah.| dok P2BK

LINGKARPENA.ID | Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah Parungkuda, Kabupaten Sukabumi yang terjadi sekira pukul 18.00 WIB, menyebabkan bencana longsor.

Longsor tersebut terjadi tepatnya di Perum Bumi Pakuwon Regensi Blok DH 10 No. 4 RT 61/24 Kampung Pakuhaji, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (11/6/2024) malam.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Parungkuda, M Ramdan mengatakan, longsoran tebing setinggi 15 meter dan lebar 20 meter itu menerjang bangunan rumah warga hingga ambruk.

Baca juga:  Akibat Selang Kompor Gas Bocor, Rumah Wasitoh Terbakar Hebat di Simpenan Sukabumi

“Akibat peristiwa tersebut, satu rumah rusak sedang dan dua orang korban sepasang ibu dan anak mengalami luka ringan akibat tertimpa dinding bangunan,” kata Ramdan kepada awak media, Selasa (11/6/2024).

Ramdan mengaku belum mengetahui kronologi detail kejadian ini. Ia menyampaikan para penghuni rumah yang alami kerusakan akibat tebing longsor ini berjumlah 1 KK 5 Jiwa. Saat ini, mereka sudah diungsikan.

Baca juga:  Longsor Terjang Rumah Warga di Cicurug Sukabumi

Tak hanya itu, lanjut Ramdan, satu rumah lainnya yang dihuni 2 KK 6 jiwa di lokasi tersebut juga terancam longsoran tebing tersebut.

“Korban luka sudah ditangani tim medis. Untuk sementara ini korban diungsikan dan tinggal di rumah tetangga,” jelasnya.

Usai menerima laporan bencana alam ini, kata Ramdan, pihaknya berkoordinasi bersama perangkat Desa/Kecamatan, Koramil, Polsek hingga Karang Taruna, Pramuka, Damkar Pos Parungkuda, karang taruna setempat guna melakukan pendataan serta memberikan himbauan ke masyarakat untuk tetap waspada.

Baca juga:  Jembatan di Sukabumi Dipasangi Police Line

Dijelaskan Ramdan, material longsoran akan dibersihkan Rabu pagi, mengingat malam hari ada keterbatasan dan membahayakan.

“Untuk kebutuhan mendesak berupa bronjong, karung dan terpal. Itu untuk meminimalisir jika terjadi hujan supaya tidak terjadi longsor susulan,” tandasnya.

Pos terkait