Ulat Resahkan Siswa PAUD Mustika, Damkar Parungkuda Lakukan Animal Rescue dan Pemusnahan

FOTO: Tim Damkar Parungkuda saat melakukan pemusnahan Ulat yang mengganggu ketenteraman belajar anak-anak Paud Mustika, Desa Bojongkokosan.[dok.damkar parkud]

LINGKARPENA.ID | Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi melalui Pos Parungkuda melakukan penanganan hewan liar (animal rescue) berupa pemusnahan ulat yang meresahkan anak-anak dan masyarakat di Kampung Babakan Peundeuy, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Rabu (25/2/2026).

Laporan pertama diterima petugas pada pukul 08.00 WIB dari Bu Sherly. Tim yang dipimpin Danton Damkar Pos Parungkuda, Acep Fatah, langsung bergerak ke lokasi dan tiba pukul 08.30 WIB. Proses penanganan selesai pada pukul 12.45 WIB.

Baca juga:  Lansia Asal Sukabumi Nyasar Ditemukan di Lampung

Peristiwa tersebut bermula saat Kepala Sekolah PAUD Mustika melihat banyaknya ulat yang menyebar di halaman hingga masuk ke ruang kelas. Kondisi itu dinilai membahayakan keselamatan murid yang tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar, sehingga pihak sekolah segera melaporkannya ke posko Damkar Parungkuda.

“Begitu menerima laporan, kami langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk memastikan keselamatan anak-anak dan para guru. Ulat sudah menyebar di area halaman dan sebagian masuk ke ruang kelas, sehingga perlu penanganan cepat,” ujar Acep Fatah.

Baca juga:  Mobil Terbakar di Parungkuda, Api Berhasil Dipadamkan Warga

Menurutnya, penanganan dilakukan dengan prosedur operasi non kebakaran (rescue), yakni pembersihan dan pemusnahan ulat menggunakan peralatan pelindung diri serta metode yang aman bagi lingkungan sekolah.

“Alhamdulillah proses berjalan lancar. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam kejadian ini. Kami juga memastikan area sekolah kembali aman dan nyaman untuk kegiatan belajar,” tambahnya.

Baca juga:  Korsleting Listrik Hanguskan Rumah Panggung di Sagaranten

Adapun petugas yang terlibat dalam penanganan tersebut yakni M. Irsan, Puji Bela R, Budi Sudirman, serta M. Ramdan dari P2BK Kecamatan Parungkuda.

Hingga penanganan selesai, kondisi seluruh murid, guru, dan petugas dilaporkan selamat. Damkar Parungkuda mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan kejadian serupa yang berpotensi membahayakan keselamatan, terutama di lingkungan sekolah dan fasilitas umum. (adv).

Pos terkait