Kapolres Sukabumi Cek Lokasi Tanah Bergerak di Bantargadung, Pastikan Pengungsi Dapat Bantuan

FOTO: Kapolres Sukabumi AKBP Samian didampingi para pejabat PJU saat meninjau secara langsung lokasi pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung, Kamis (5/3).[dok.ist]

LINGKARPENA.ID | Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si., turun langsung meninjau lokasi bencana pergerakan tanah di Kampung Cijambe RT 05 RW 07, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (5/3/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi wilayah terdampak sekaligus memastikan penanganan terhadap warga berjalan dengan baik. Dalam peninjauan itu, Kapolres didampingi Wakapolres Sukabumi Kompol Agus Susanto, S.H., M.M. bersama sejumlah pejabat utama Polres Sukabumi.

AKBP Samian mengatakan, bencana tanah bergerak yang terjadi di wilayah tersebut berdampak pada banyak warga serta menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan.

“Pergerakan tanah di wilayah ini berdampak pada ratusan warga. Beberapa rumah mengalami kerusakan mulai dari ringan hingga berat, bahkan ada yang kondisinya sudah tidak aman untuk ditempati,” ujarnya.

Baca juga:  Aa Dede Dikawal Ratusan Motor dari Komunitas Vespa Bagikan Sembako

Ia menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Karena itu, warga yang tinggal di area rawan diminta untuk sementara waktu meninggalkan rumahnya dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Kami mengimbau masyarakat yang berada di zona rawan agar segera mengungsi demi keselamatan. Jangan memaksakan tinggal di rumah jika kondisinya sudah berisiko,” katanya.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolres juga memastikan pengamanan di lokasi bencana telah dilakukan oleh aparat kepolisian. Sejumlah titik yang dianggap berbahaya dipasangi garis polisi untuk mencegah warga mendekat.

Baca juga:  Penentu Masa Depan Bangsa, Gus Halim: Stop Kekerasan Anak

Menurutnya, langkah tersebut diambil karena pergerakan tanah masih berpotensi terjadi dan dapat membahayakan masyarakat.

“Kami memasang garis polisi di beberapa titik yang rawan. Hal ini untuk mencegah masyarakat mendekati bangunan yang sudah rusak atau berpotensi ambruk,” jelasnya.

Selain meninjau area terdampak, rombongan juga mendatangi lokasi pengungsian warga yang berada di halaman SDN 1 Bantargadung. Di tempat tersebut, Kapolres melihat langsung kondisi para penyintas sekaligus menyerahkan bantuan sosial.

Bantuan yang disalurkan di antaranya berupa beras, mie instan, minyak goreng, telur, serta vitamin bagi para pengungsi.

“Kami membawa bantuan sosial untuk para pengungsi, termasuk bantuan dari Bapak Kapolda Jawa Barat. Mudah-mudahan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan warga selama berada di pengungsian,” ungkapnya.

Baca juga:  DPP JTM Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Kecamatan Kalibunder Sukabumi

Kapolres menambahkan, ke depan diperlukan langkah penanganan jangka panjang bagi warga terdampak, termasuk kemungkinan penyediaan lokasi relokasi yang lebih aman.

“Jika tanah sudah mengalami pergerakan, tentu perlu dipikirkan solusi jangka panjang. Salah satunya kemungkinan relokasi agar masyarakat dapat tinggal di tempat yang lebih aman,” tandasnya.

Diketahui, bencana pergerakan tanah di wilayah Bantargadung terjadi sejak akhir Februari lalu dan menyebabkan puluhan rumah mengalami kerusakan. Ratusan warga pun terdampak sehingga sebagian harus mengungsi di lokasi yang telah disiapkan pemerintah setempat.

Pos terkait