Dispar Kabupaten Sukabumi Turun Langsung Aksi Korve, Bersihkan Jalur Wisata Palabuhanratu–Cisolok

LINGKARPENA.ID | Pasca libur panjang Idul Fitri 1447 H, kawasan wisata Palabuhanratu hingga Cisolok kembali dipadati pengunjung. Tingginya mobilitas wisatawan membawa dampak positif bagi geliat pariwisata, namun di sisi lain menyisakan persoalan lingkungan yang perlu segera ditangani secara bersama.

 

Merespons kondisi tersebut, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi turun langsung melaksanakan aksi korve atau kerja bakti massal di sepanjang jalur wisata Palabuhanratu–Cisolok, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan destinasi wisata unggulan di wilayah selatan Sukabumi.

Baca juga:  Wamenpar Ni Luh Puspa Tinjau Geopark Ciletuh, Dorong Pariwisata Kabupaten Sukabumi Mendunia

 

Sejak pagi hari, seluruh tim bergerak menyisir sejumlah titik strategis di sepanjang jalur wisata. Mereka mengangkut sampah yang berserakan, membersihkan area publik, serta menata kembali lingkungan agar terlihat rapi dan nyaman bagi para pengunjung.

 

Aksi bersih-bersih ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan rutin, melainkan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kualitas destinasi wisata. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa kawasan wisata tetap terjaga kebersihannya, sekaligus memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi wisatawan yang datang.

Baca juga:  Dispar Sukabumi Apresiasi UMKM Batik Naik Kelas, Dorong Orisinalitas dan HAKI

 

Selain itu, kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola wisata, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan kawasan wisata yang bersih, aman, dan berkelanjutan.

 

Melalui langkah ini, citra pariwisata Kabupaten Sukabumi diharapkan semakin meningkat, tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Upaya bersama ini menjadi bagian dari menjaga Sukabumi sebagai destinasi yang berkesan, sekaligus sebagai ruang yang harus dirawat bersama.(adv).

Baca juga:  Mojang Kabupaten Sukabumi Umumkan Retribusi Wisata, Djemima Shireen: Rp27 Juta dalam Sepekan

Pos terkait