LINGKARPENA.ID | Hujan yang seharusnya membawa kesejukan justru menjadi momok bagi warga di Jalan Babakan Jayanti, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Setiap kali langit menumpahkan airnya, aroma menyengat dari tumpukan sampah yang menggunung di pinggir jalan ikut “bangkit”, mengalir bersama air hujan hingga ke badan jalan.
Pemandangan ini bukan hal baru. Tumpukan sampah yang meluber hingga mengganggu akses jalan telah menjadi bagian dari keseharian warga setempat. Tak hanya merusak estetika lingkungan, kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku sudah lama merasakan dampak buruk dari persoalan tersebut.
“Kalau hujan turun, air dari sampah itu mengalir ke jalan. Baunya sangat menyengat, tidak nyaman sekali,” tuturnya, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, masalah ini seolah dibiarkan tanpa penanganan serius selama bertahun-tahun. Warga pun berada dalam posisi serba salah. Di satu sisi, mereka ingin menjaga kebersihan lingkungan, namun di sisi lain fasilitas pendukung nyaris tidak tersedia.
“Kami juga bingung harus buang sampah ke mana. Tidak ada tempat pembuangan. Mau dibuang sembarangan juga tidak boleh,” ujarnya.
Kondisi ini mencerminkan persoalan klasik yang kerap terjadi di sejumlah wilayah: antara kesadaran masyarakat dan minimnya fasilitas yang tidak berjalan beriringan. Tanpa tempat pembuangan yang memadai atau sistem pengangkutan yang rutin, sampah akhirnya menumpuk dan menjadi masalah bersama.
Bagi warga Babakan Jayanti, harapan mereka sederhana. Mereka ingin lingkungan yang bersih, jalan yang layak dilalui, serta udara yang tidak lagi dipenuhi bau tak sedap.
“Setidaknya ada solusi konkret. Disediakan bak sampah atau pengangkutan rutin. Jangan dibiarkan seperti ini terus,” ucapnya penuh harap.
Kini, tumpukan sampah itu masih setia “menjaga” sisi jalan, menunggu perhatian yang tak kunjung datang. Sementara warga hanya bisa bertahan, menahan bau, dan berharap suatu hari nanti, perubahan benar-benar hadir di lingkungan mereka.






