LINGKARPENA.ID | Suasana haru dan khidmat menyelimuti halaman Ponpes Modern Dzikir Al-Fath, Jumat (17/04/2026). Sebanyak 55 peserta program kerja luar negeri berdiri rapi, sebagian menunduk dalam doa, sebagian lagi menatap jauh ke depan—seolah mencoba membayangkan perjalanan panjang yang akan mereka tempuh.
Di tengah suasana itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, hadir langsung untuk melepas keberangkatan mereka. Bukan sekadar seremoni, momen ini menjadi titik awal bagi puluhan anak muda Kota Sukabumi yang akan menapaki pengalaman baru di negeri orang seperti Turki, Jepang, dan Arab Saudi.
Keberangkatan ini bukan tanpa makna. Di balik koper yang mereka bawa, tersimpan harapan besar—bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masa depan daerah. Program ini menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kota Sukabumi agar mampu bersaing di tingkat global.
Dalam sambutannya, Bobby Maulana berpesan agar para peserta menjaga nama baik daerah selama berada di luar negeri. Ia menekankan pentingnya disiplin, etos kerja, serta menjunjung tinggi nilai budaya dan akhlak.
“Jaga sikap, jaga nama baik Sukabumi. Tunjukkan bahwa kita mampu bersaing dengan tetap membawa nilai-nilai yang kita miliki,” ujarnya singkat.
Lebih dari itu, ia berharap pengalaman yang didapat selama bekerja di luar negeri dapat menjadi bekal berharga ketika kembali ke tanah air. Menurutnya, kontribusi nyata para peserta sangat dinantikan dalam pembangunan Kota Sukabumi ke depan.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Pulanglah dengan ilmu dan pengalaman untuk membangun daerah kita,” tambahnya.
Di antara para peserta, terlihat raut campur aduk—antara bangga, gugup, dan penuh harapan. Beberapa keluarga yang mengantar tampak tak kuasa menyembunyikan rasa haru. Namun, di balik perpisahan itu, tersimpan keyakinan bahwa langkah mereka hari ini adalah awal dari perubahan besar.
Dari Sukabumi untuk dunia, dan suatu hari nanti—kembali lagi untuk Sukabumi.






