Damkar Sukabumi Evakuasi Dua Ular Sanca di Permukiman, Warga Sempat Cemas

LINGKARPENA.ID | Suasana tenang di kawasan Jalan Sungapan Bhayangkara Gotong Royong, RT 03/RW 05, Kelurahan Gunung Puyuh, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, mendadak berubah tegang pada Rabu (22/4/2026). Warga dikejutkan dengan kemunculan dua ekor ular sanca di sekitar lingkungan permukiman.

 

Laporan tersebut disampaikan oleh seorang warga bernama Agus Kariawan (66), yang segera menghubungi petugas setelah melihat keberadaan reptil tersebut berpotensi membahayakan warga sekitar.

 

Menindaklanjuti laporan itu, tim dari Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Sukabumi, Regu Charlie, langsung bergerak menuju lokasi dengan menempuh jarak sekitar 2,3 kilometer menggunakan unit KR F 8093 S.

Baca juga:  Warga Cikembar Sukabumi Meninggal Mendadak Saat Antre di KHL Cibadak

 

Proses evakuasi berlangsung dengan sigap namun tetap penuh kehati-hatian. Petugas memastikan area aman sebelum melakukan penanganan terhadap kedua ular sanca tersebut, yang kemudian berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban.

 

Di tengah ketegangan yang sempat dirasakan warga, kehadiran petugas Damkar menjadi penenang tersendiri. Beberapa warga bahkan tampak menyaksikan dari kejauhan, menyimpan rasa khawatir sekaligus kagum atas keberanian petugas.

Baca juga:  Kebakaran Berturut-turut di Kota Sukabumi, Kerugian Capai Ratusan Juta

 

Danpos Damkar Kota Sukabumi, Dadi Kusmawandi, menyampaikan bahwa pihaknya selalu siap siaga dalam menangani berbagai kondisi darurat, termasuk evakuasi hewan liar.

 

“Setiap laporan dari masyarakat kami respons secepat mungkin. Penanganan hewan seperti ular ini memerlukan teknik khusus agar tidak membahayakan petugas maupun warga. Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan lancar,” ujarnya.

 

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah yang berdekatan dengan area semak atau aliran air yang berpotensi menjadi habitat ular.

Baca juga:  Kerap Mangsa Ternak, Tim Damkar Evakuasi Ular Sanca di Warungkiara

 

“Jika menemukan hewan berbahaya, sebaiknya tidak mencoba menangani sendiri. Segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani secara profesional,” tambahnya.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa interaksi antara manusia dan satwa liar masih kerap terjadi, terutama di kawasan yang berbatasan dengan habitat alami. Kewaspadaan dan respons cepat menjadi kunci untuk menjaga keselamatan bersama.

Pos terkait