LINGKARPENA.ID | Sore itu di Kampung Paris, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, suasana yang biasanya tenang berubah menjadi kepanikan. Api tiba-tiba muncul dari bangunan yang digunakan sebagai PAUD dan Posyandu Adi Sucipto, membuat warga sekitar bergegas menyelamatkan barang seadanya sambil menunggu bantuan datang.
Laporan kebakaran diterima petugas pada Sabtu, 25 April 2026, sekitar pukul 18.31 WIB. Tak berselang lama, tim dari Posko Damkar Cibadak langsung bergerak menuju lokasi dan tiba pada pukul 18.45 WIB. Kepulan asap yang membumbung tinggi menjadi penanda betapa cepat api melalap bagian bangunan yang sebagian besar berbahan mudah terbakar.
Danpos Damkar Cibadak, I. Yosep, menjelaskan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik. Ia menyebutkan, kondisi instalasi yang rentan kerap menjadi pemicu utama kejadian serupa, terutama pada bangunan yang digunakan secara aktif setiap hari.
“Api diduga berasal dari korsleting listrik dan dengan cepat merambat ke bagian bangunan lainnya. Petugas langsung melakukan upaya pemadaman setibanya di lokasi agar api tidak meluas ke rumah warga sekitar,” ujarnya kepada lingkar pena. id, Sabtu ( 25/4/2026 )
Proses pemadaman berlangsung dengan melibatkan petugas dari Posko Cibadak yang sigap mengendalikan kobaran api. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan cukup signifikan pada bangunan fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan tersebut.
Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp50 juta. Sejumlah perlengkapan belajar anak-anak serta fasilitas penunjang kegiatan posyandu ikut hangus terbakar, meninggalkan sisa arang dan puing yang masih mengepulkan asap tipis saat api berhasil dipadamkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya memastikan kondisi instalasi listrik tetap aman, terutama pada bangunan yang digunakan untuk kepentingan publik. Di balik kepulan asap yang telah reda, tersisa harapan agar fasilitas tersebut segera dapat kembali digunakan oleh warga, khususnya anak-anak dan ibu-ibu yang menggantungkan layanan di tempat itu.( adv)






