Deteksi Dini PTM, Puluhan Pegawai Disperkim Kabupaten Sukabumi Ikuti Cek Kesehatan Gratis

LINGKARPENA.ID | Sebanyak 70 pegawai Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di halaman kantor Disperkim, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi dengan Puskesmas Palabuhanratu sebagai bagian dari upaya preventif menjaga kesehatan aparatur sipil negara.

 

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi skrining kesehatan dasar, seperti pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar perut, tekanan darah, hingga tes laboratorium sederhana berupa pengecekan kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol. Langkah ini dinilai penting untuk mengidentifikasi sejak dini potensi penyakit tidak menular (PTM) yang kerap muncul akibat pola hidup modern.

Baca juga:  HJKS ke 153, M Sodikin: Momen Kegembiraan

 

Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari strategi menjaga kualitas sumber daya manusia di lingkungan kerja.

 

“Kesehatan pegawai adalah fondasi utama dalam memberikan pelayanan publik yang optimal. Dengan deteksi dini seperti ini, kami ingin memastikan seluruh pegawai tetap dalam kondisi prima,” ujarnya.

Baca juga:  Wabup Buka Lomba Peragaan Busana Muslim

 

Ia juga menyoroti meningkatnya risiko PTM di kalangan ASN, termasuk pegawai dengan status PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu. Menurutnya, perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi melalui langkah-langkah preventif.

 

“Kesadaran terhadap kesehatan harus terus ditingkatkan. Skrining seperti ini sangat penting agar potensi penyakit bisa diketahui lebih awal dan ditangani dengan cepat,” tambahnya.

Baca juga:  TMMD ke116 Kodim 0607 Kota Sukabumi Genjot Pengerasan Jalan

 

Lebih lanjut, Sendi menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penguatan kapasitas dan kesehatan aparatur.

 

“Kami ingin membangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama,” tandasnya.(adv).

Pos terkait