Evaluasi DPU Kabupaten Sukabumi: Lonjakan Harga Material Hambat Program Infrastruktur

LINGKARPENA.ID | Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi tengah melakukan peninjauan ulang terhadap pelaksanaan berbagai program infrastruktur, meliputi pembangunan jalan, jembatan, hingga jaringan irigasi. Evaluasi ini melibatkan seluruh unsur internal, mulai dari pejabat struktural, kepala bidang, hingga Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), guna memastikan kesesuaian antara rencana dan realisasi di lapangan, Selasa (5/5/2026).

 

Kepala DPU Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan April, progres pelaksanaan program masih tergolong rendah, yakni baru mencapai sekitar lima persen. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor eksternal yang cukup signifikan.

Baca juga:  UPTD PU Jampangkulon Rutin Lakukan Giat Pemeliharaan Jalan

 

“Capaian saat ini masih di angka lima persen lebih. Ini bukan tanpa alasan, karena kami menghadapi tekanan dari luar, terutama lonjakan harga material,” ujar Uus.

 

Ia menjelaskan, kenaikan harga bahan konstruksi tidak lepas dari dinamika geopolitik global yang berdampak pada rantai pasok dan biaya produksi. Akibatnya, sejumlah agenda, termasuk proses lelang proyek, terpaksa mengalami penundaan.

 

“Kondisi global yang tidak menentu memicu kenaikan harga material. Dampaknya, beberapa lelang yang sudah direncanakan harus kami tunda sementara,” jelasnya.

Baca juga:  DPU Kabupaten Sukabumi Gencar Perbaiki Jalan Rusak

 

Meski begitu, DPU tidak tinggal diam. Uus menegaskan bahwa pihaknya telah menyusun langkah antisipatif agar program tetap berjalan sesuai target dalam jangka waktu yang telah disesuaikan.

 

“Kami optimistis dalam tiga bulan ke depan proses lelang bisa kembali berjalan. Dengan begitu, pekerjaan fisik dapat dimulai pada triwulan berikutnya hingga akhir tahun,” katanya.

 

Ia menambahkan, sebagian besar kegiatan reguler ditargetkan rampung pada triwulan ketiga, sementara triwulan keempat akan difokuskan pada program perubahan serta penyesuaian kebijakan.

Baca juga:  3 Orang Diringkus Polisi Menjual Paksa Bendera Kepada Pengguna Jalan di Cibadak

 

Di tengah kondisi tersebut, DPU Kabupaten Sukabumi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemungkinan keterlambatan dalam pelayanan infrastruktur.

 

“Kami menyadari pelayanan belum maksimal. Untuk itu kami mohon maaf kepada masyarakat. Harapannya, ke depan tidak ada lagi hambatan besar sehingga manfaat pembangunan bisa segera dirasakan,” ungkap Uus.

 

DPU berharap stabilitas harga material dapat segera pulih agar seluruh program pembangunan dapat kembali berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi. (adv).

Pos terkait