LINGKARPENA.ID | Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Sukabumi sejak Minggu petang (24/5/2026), menyebabkan banjir di sejumlah titik di Kecamatan Surade. Salah satu lokasi terdampak berada di Kampung Cilalay Babakan RT 11/12, Desa Citanglar, akibat meluapnya Sungai Cilalay.
Air mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 19.15 WIB. Ketinggian banjir bahkan mencapai sekitar satu meter dan merendam rumah-rumah warga, termasuk kediaman pimpinan Pondok Pesantren Assaadah, Ustad Syamsul.
Derasnya arus air membuat penghuni rumah tidak sempat menyelamatkan sejumlah barang elektronik. Mesin cuci, kulkas, dan perabot rumah tangga lainnya ikut terendam banjir.
Ustad Syamsul mengatakan, dirinya bersama keluarga terpaksa mengungsi ke lantai dua bangunan tempat para santri tinggal demi menghindari luapan air yang masuk ke dalam rumah.
“Air datang cukup cepat setelah hujan deras turun. Kami tidak sempat memindahkan beberapa barang elektronik karena air langsung masuk ke rumah. Untuk sementara saya dan keluarga mengungsi ke lantai dua bersama para santri,” ujar Ustad Syamsul, Minggu malam.
Menurutnya, hingga sekitar pukul 21.00 WIB genangan air masih memenuhi bagian dalam rumah, meski kondisi debit air perlahan mulai surut.
“Dua rumah yang terdampak. Pihak BPBD belum ada yang datang. Kami membutuhkan bantuan dan penanganan banjir. Ya, takutnya air terus meluap,” tandasnya.
Warga sekitar terus berjaga dan memantau kondisi sungai karena hujan masih turun di beberapa wilayah. Mereka khawatir debit air kembali meningkat apabila curah hujan tinggi terus berlangsung pada malam hari.
Di tengah situasi banjir, suasana kebersamaan terlihat di lingkungan pondok pesantren. Para santri membantu mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan sambil menguatkan satu sama lain. Sesekali senyum para santri dan warga terlihat di tengah kepungan banjir, menjadi penguat agar tetap tegar menghadapi musibah yang datang.






