Sungai Cipatuguran Meluap, Permukiman Warga Gumelar Palabuhanratu Terendam Banjir

Kondisi Kampung Gumelar Palabuhanratu, Minggu sore (24/5) terendam banjir akibar luapan sungai Cipatuguran.[Foto: warga ]

LINGKARPENA.ID | Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (24/5/2026), memicu meluapnya Sungai Cipatuguran hingga merendam sejumlah rumah warga di Kampung Gumelar.

 

Curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak siang hari menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Air mulai meluap ke permukiman warga yang berada di sekitar bantaran sungai dan terus naik hingga sore hari.

Baca juga:  Banjir dan Longsor di Cisarua Kota Sukabumi, Material Tutupi Aliran Sungai

 

Selain merendam rumah warga, luapan Sungai Cipatuguran juga dilaporkan nyaris menyentuh bagian bawah jembatan penghubung menuju Pasar Palabuhanratu. Kondisi tersebut membuat warga khawatir akses utama masyarakat itu tidak bisa dilalui apabila debit air kembali meningkat.

 

“Saya melihat air naik begitu cepat. Warga mulai panik karena takut banjir semakin besar dan masuk ke dalam rumah,” ujar Genda (30) warga Kampung Gumelar.

Baca juga:  Warga Ciracap Sukabumi Tewas Tersengat Aliran Listrik

 

Sejumlah warga tampak berupaya menyelamatkan barang-barang berharga ke lokasi yang lebih aman sambil terus memantau perkembangan kondisi sungai. Beberapa di antaranya memilih berjaga di sekitar rumah karena khawatir banjir semakin meluas.

 

Menurut Genda, banjir tidak hanya terjadi di Kampung Gumelar, tetapi juga melanda beberapa titik lain di wilayah Palabuhanratu.

Baca juga:  Bencana Alam: Jembatan Gantung di Waluran Ambrol, Warga Minta Segara Diperbaiki

 

“Sejauh ini kami belum melihat ada petugas ataupun pihak terkait yang datang ke lokasi. Warga berharap segera ada penanganan,” katanya.

 

Akibat banjir tersebut, aktivitas masyarakat di sejumlah kawasan Palabuhanratu ikut terganggu. Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun tangan untuk membantu proses penanganan dan evakuasi warga terdampak.

Pos terkait