LINGKARPENA.ID | Malam yang seharusnya lengang di jalur lintas Gunung Sumul, Jalan Raya Sagaranten–Cibuni, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah mencekam. Sebuah truk engkel Mitsubishi Colt Diesel yang mengangkut muatan penuh buah kelapa dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal dan masuk jurang.
Truk terperosok dan masuk jurang sekitar enam meter hingga akhirnya berhenti di aliran Sungai Ciminyak. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (12/6/2026) sekira pukul 22.30 WIB.
Di dasar jurang, badan truk tampak ringsek dengan posisi terguling. Muatan kelapa yang diangkutnya berhamburan memenuhi sekitar lokasi, sebagian menutupi badan kendaraan, sementara sisanya terbawa hingga ke area aliran sungai yang dikelilingi vegetasi lebat.
Kapolsek Sagaranten AKP A. Suryana B membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kecelakaan itu merupakan kecelakaan tunggal yang terjadi pada malam hari.
“Benar, telah terjadi kecelakaan tunggal sebuah truk bermuatan kelapa di jalur Sagaranten-Cibuni pada Jumat malam. Tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian ini, namun dua orang yang berada di dalam kendaraan mengalami luka berat dan saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” ujar AKP A. Suryana B kepada lingkarpena. id, Sabtu ( 13/6/2026 )
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, truk diduga keluar jalur setelah pengemudi kehilangan kendali. Dugaan sementara, sopir mengalami kelelahan saat melintas di jalur yang dikenal memiliki banyak tikungan dan kondisi jalan yang cukup menantang.
Benturan keras saat kendaraan terjun ke jurang menyebabkan bagian kabin mengalami kerusakan parah. Akibatnya, sopir dan seorang kenek mengalami cedera serius.
Warga yang pertama kali datang ke lokasi langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi kedua korban ke RSUD Sagaranten. Namun karena kondisi luka yang cukup berat, keduanya kemudian dirujuk ke RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Menurut keterangan warga sekitar, jalur Gunung Sumul memang kerap menjadi titik rawan kecelakaan, terutama pada malam hari. Selain kondisi jalan yang di beberapa titik mengalami kerusakan, minimnya penerangan membuat pengendara harus ekstra waspada saat melintas.
Sementara itu, proses evakuasi kendaraan hingga Sabtu siang belum dapat dilakukan. Posisi truk yang berada di dasar jurang serta medan yang sulit dijangkau membuat petugas harus menyiapkan peralatan khusus, termasuk kendaraan derek dan bantuan teknis lainnya.
“Untuk kendaraan belum bisa langsung dievakuasi karena lokasinya cukup sulit. Kami masih berkoordinasi untuk proses pengangkatan truk dari dasar jurang,” tambah Kapolsek.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian saat melintasi jalur Sagaranten–Cibuni, khususnya pada malam hari. Warga berharap perbaikan infrastruktur jalan dan penambahan penerangan segera dilakukan guna mengurangi risiko kecelakaan di kawasan yang selama ini dikenal rawan tersebut.






