Syukuran Nelayan Ujunggenteng ke-60 Resmi Dibuka, Bupati Asep Japar Dorong Kebangkitan Ekonomi Pesisir

Bupati Sukabumi H Asep Japar saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Hari Nelayan Ujunggenteng ke 60 Minggu (24/6).[foto:Jajang/lp]

LINGKARPENA.ID | Bupati Sukabumi, Asep Japar, secara resmi membuka rangkaian acara Syukuran Nelayan Ujunggenteng ke-60 Tahun 2026 yang digelar di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Minggu (14/6/2026).

 

Kegiatan yang menjadi tradisi masyarakat pesisir tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali, Kepala Dinas Pariwisata Ali Iskandar, Kepala Disbudpora Yudi Mulyadi, Kepala Dinas PU Uus Firdaus, Kepala DPPKB Eka Nandang Nugraha, Kepala Dinas Perikanan Sri Padmoko, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Dadang Hermawan dan Ujang Abdul Romhan Rochmi, unsur TNI-Polri, Forkopimcam, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta ribuan warga dan nelayan.

 

Dalam sambutannya, Bupati Asep Japar menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah menjaga dan melestarikan tradisi Syukuran Nelayan hingga memasuki usia ke-60 tahun.

 

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan masyarakat Ujunggenteng atas terselenggaranya puncak peringatan Hari Nelayan Ujunggenteng ke-60 Tahun 2026. Tradisi ini merupakan warisan leluhur yang sangat berharga dan harus terus dijaga keberlangsungannya,” ujarnya.

 

Menurut Asep Japar, Syukuran Nelayan bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dari laut sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Baca juga:  Ini Jumlah Paskibraka yang Mendapatkan Piagam Penghargaan Bupati Sukabumi

 

“Perayaan ini menjadi simbol rasa syukur atas hasil laut yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk merawat tradisi, menjaga kelestarian laut, serta memperkuat kebersamaan masyarakat pesisir,” katanya.

 

Bupati menegaskan, peringatan Hari Nelayan ke-60 harus menjadi titik kebangkitan ekonomi masyarakat pesisir. Menurutnya, Ujunggenteng memiliki potensi besar di sektor kelautan dan pariwisata yang dapat menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat.

 

“Ujunggenteng dianugerahi potensi kelautan dan pariwisata yang luar biasa. Potensi ini harus kita manfaatkan sebagai roda penggerak ekonomi daerah yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan dan masyarakat,” ungkapnya.

 

Pemerintah Kabupaten Sukabumi, lanjut Asep, berkomitmen terus mendukung sektor kelautan dan perikanan melalui pembangunan infrastruktur, bantuan sarana penangkapan ikan, hingga pengembangan wisata bahari yang terintegrasi.

 

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan pesisir memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.

 

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kelestarian laut dengan menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan dan menjaga kebersihan perairan dari sampah. Selain itu, mari kita perkuat persatuan dan menjadikan peringatan ini sebagai sarana mempererat silaturahmi. Yang tidak kalah penting, kita harus bersama-sama mengembangkan Ujunggenteng bukan hanya sebagai sentra perikanan, tetapi juga sebagai destinasi wisata unggulan yang nyaman dan ramah bagi wisatawan,” tegasnya.

Baca juga:  Gladis Aura Dinobatkan sebagai Puteri Nelayan Nasional 2026, Malam Puncak Sarat Pesona di Palabuhanratu

 

Sementara itu, Ketua Panitia Syukuran Nelayan Ujunggenteng ke-60, Asep Jeka, mengatakan bahwa peringatan Hari Nelayan tahun ini mengusung tema “Laut Lestari, Nelayan Berseri Menyongsong Kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.”

 

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan sempat menyesuaikan kondisi musim melaut sehingga puncak acara yang biasanya dilaksanakan pada Mei digelar pada Juni 2026.

 

“Beberapa tahun lalu, Hari Nelayan Nasional telah ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia setiap tanggal 6 April. Sementara Hari Nelayan Ujunggenteng telah menjadi agenda tahunan Kabupaten Sukabumi yang biasanya dilaksanakan setiap 5 Mei. Tahun ini pelaksanaannya menyesuaikan kondisi dan aktivitas para nelayan di lapangan,” jelasnya.

 

Asep Jeka menyampaikan bahwa kegiatan terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata, Disbudpora, Dinas Perikanan, organisasi nelayan, pelaku usaha perikanan, hingga sponsor yang secara konsisten mendukung acara setiap tahunnya.

Baca juga:  Bappelitbangda Sosialisasikan Perbup Nomor 13 Tahun 2024, Begini Kata Bupati

 

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini. Dukungan pemerintah, para nelayan, pelaku usaha, sponsor, dan seluruh masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga tradisi yang sudah berlangsung selama enam dekade ini,” ujarnya.

 

Selain upacara adat Larung Saji sebagai acara puncak, rangkaian kegiatan Syukuran Nelayan Ujunggenteng ke-60 juga diisi dengan bazar UMKM, turnamen bola voli putra-putri, aksi bersih pantai, santunan anak yatim dan lansia, sunatan massal, tabligh akbar, berbagai perlombaan rakyat, hingga hiburan masyarakat.

 

Menurut Asep Jeka, Syukuran Nelayan bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi refleksi hubungan harmonis antara masyarakat pesisir dengan laut sebagai sumber kehidupan.

 

“Dari Ujunggenteng kita belajar bahwa laut bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga sumber kehidupan, kebersamaan, budaya, dan kecintaan terhadap alam yang harus dijaga untuk generasi mendatang,” pungkasnya.

 

Peringatan Syukuran Nelayan Ujunggenteng ke-60 Tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh khidmat. Kegiatan tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat nelayan sekaligus momentum memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian laut dan mendorong kemajuan ekonomi pesisir Kabupaten Sukabumi.

Pos terkait