LINGKARPENA.ID | Suasana perairan selatan Sukabumi yang tampak tenang pada Minggu (14/6/2026) mendadak berubah menjadi momen penyelamatan dramatis. Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara bertuliskan Titan 70 dilaporkan dalam kondisi nyaris tenggelam di wilayah perairan Cibuni, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Saat dilakukan evakuasi sebagian badan kapal dalam kondisi miring. Beruntung, seluruh awak kapal berhasil diselamatkan sebelum musibah tersebut menelan korban jiwa.
Harapan bagi 16 orang yang berada di atas kapal itu datang dari KM Dede Putra, kapal nelayan Ujunggenteng yang kebetulan melintas tidak jauh dari lokasi kejadian. Tanpa membuang waktu, para nelayan yang berada di atas kapal tersebut bergerak melakukan evakuasi terhadap para korban yang terdiri dari nahkoda dan anak buah kapal.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan ( P2BK) Ciracap, Dadang Priatna, mengatakan seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
“Berdasarkan laporan yang kami terima dari pemilik KM Dede Putra, seluruh ABK beserta nahkoda berhasil diselamatkan. Jumlahnya sebanyak 16 orang,” ujar Dadang.
Menurutnya, tindakan cepat awak KM Dede Putra menjadi faktor penting dalam proses penyelamatan. Saat mengetahui ada kapal yang mengalami kecelakaan di tengah laut, para nelayan langsung mendekat dan mengevakuasi korban ke kapal mereka.
Di tengah karakteristik laut selatan yang dikenal memiliki gelombang besar dan cuaca yang sulit diprediksi, proses penyelamatan tersebut menjadi perlombaan melawan waktu. Para korban kemudian dibawa menjauhi lokasi karam guna menghindari kemungkinan bahaya lanjutan.
Saat ini, seluruh korban tengah dalam perjalanan menuju daratan Ujunggenteng untuk mendapatkan penanganan dan pendataan lebih lanjut dari pihak terkait.
Hingga berita ini ditulis, identitas kapal maupun penyebab pasti tenggelamnya kapal bermuatan batu bara tersebut masih dalam proses penelusuran. Petugas masih mengumpulkan informasi dan menunggu laporan lanjutan dari pihak yang berwenang.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko pelayaran di perairan selatan Sukabumi. Meski seluruh korban berhasil diselamatkan, kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kondisi gelombang tetap menjadi hal yang tidak bisa diabaikan oleh para pelaut maupun nelayan yang beraktivitas di kawasan tersebut.






