Kisah Mak Mimin Menggugah Kepedulian, Posramil Purabaya Siapkan Bedah Rumah

Mak Mimin saat mrnerima bantuan sembako dari TNI Posramil Purabaya.[dok.ist]

LINGKARPENA.ID | Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan jajaran Posramil Purabaya bersama Komunitas Oyag Purabaya. Mereka berinisiatif membantu mewujudkan impian seorang lansia bernama Mak Mimin (60), warga Kampung Cinangka RT 04/06, Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, yang selama bertahun-tahun hidup di rumah yang nyaris roboh.

 

Langkah awal bantuan dilakukan pada Rabu (17/6/2026) ketika Danposramil Purabaya, Peltu Kosasih, didampingi Babinsa Desa Cimerang Kopka Bahtiar dan anggota Komunitas Oyag, mengunjungi langsung kediaman Mak Mimin. Selain melakukan pengecekan kondisi rumah, rombongan juga menyerahkan bantuan sembako sebagai bentuk perhatian kepada perempuan lanjut usia tersebut.

 

Kunjungan itu menjadi bagian dari rencana besar pembangunan kembali rumah Mak Mimin yang saat ini sudah tidak layak dihuni. Dinding yang lapuk, atap bocor, serta kondisi bangunan yang rapuh membuat rumah tersebut berisiko ambruk sewaktu-waktu.

Baca juga:  Kapolres Sukabumi Kota Resmikan Rutilahu Milik Aipda Yusuf

 

Peltu Kosasih mengatakan, inisiatif tersebut muncul setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai kondisi Mak Mimin yang hidup seorang diri di tengah keterbatasan.

 

“Kami bersama Babinsa dan rekan dari Komunitas Oyag turun langsung melihat kondisi yang sebenarnya. Setelah melihat keadaan rumahnya, kami bersepakat untuk berupaya membangun rumah yang lebih layak bagi Ibu Mimin,” ujar Peltu Kosasih kepada lingkarpena. id, Rabu ( 17/6 )

 

Menurutnya, program bantuan rumah tidak layak huni dari pemerintah memang pernah diajukan oleh pihak terkait. Namun hingga saat ini belum terealisasi, sehingga muncul dorongan dari berbagai elemen masyarakat untuk bergerak membantu.

 

“Ini murni bentuk kepedulian sosial. Kami ingin berkolaborasi dengan masyarakat dan komunitas agar Ibu Mimin bisa tinggal di rumah yang aman dan nyaman. Alhamdulillah responsnya sangat positif,” katanya.

Baca juga:  Ini Jumlah Penerima Rutilahu di Kelurahan Sukakarya Kota Sukabumi

 

Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, saat ini dilakukan penggalangan dana secara swadaya. Hingga pertengahan Juni 2026, dana yang berhasil terkumpul telah mencapai sekitar Rp12 juta.

 

Kondisi Mak Mimin memang mengetuk hati banyak orang. Di usia senja, ia masih harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Meski penglihatannya terganggu akibat penyakit katarak, ia tetap menerima pekerjaan serabutan jika ada warga yang membutuhkan bantuannya.

 

“Kalau ada yang menyuruh kerja, saya tetap berangkat. Mata memang sudah tidak jelas melihat, kadang harus meraba-raba. Yang penting bisa dapat uang untuk makan,” tuturnya pelan.

 

Sejak berpisah dengan suaminya puluhan tahun lalu, Mak Mimin menjalani kehidupan seorang diri. Anak laki-lakinya yang juga hidup dalam keterbatasan ekonomi belum mampu memberikan bantuan secara maksimal.

 

Dalam kesehariannya, bantuan dari warga sekitar menjadi penopang utama kehidupannya. Salah satunya datang dari Hamam, tokoh masyarakat setempat yang kerap membantu ketika Mak Mimin tidak memiliki penghasilan.

Baca juga:  Alami Peningkatan, Ini Swadaya Masyarakat Kelurahan Sukakarya di P2RW Tahun 2023

 

Selain persoalan ekonomi, Mak Mimin juga harus menghadapi gangguan kesehatan akibat katarak yang semakin memperburuk kemampuan penglihatannya. Ia mengaku pernah memeriksakan diri ke Puskesmas Purabaya dan disarankan menjalani pemeriksaan lanjutan ke Sukabumi. Namun keterbatasan biaya membuat keinginan tersebut belum terwujud.

 

“Saya ingin berobat supaya bisa melihat lebih jelas lagi. Tapi untuk berangkat ke Sukabumi saya belum punya biaya,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

 

Kini secercah harapan mulai menghampiri Mak Mimin. Melalui gotong royong antara TNI, komunitas, dan masyarakat, rumah yang selama ini menjadi saksi perjuangan hidupnya diharapkan segera berubah menjadi tempat tinggal yang lebih layak dan aman untuk menikmati masa tuanya.

Pos terkait