Polisi Ungkap Pria yang Meninggal di Angkot Cicurug

Suparna (57) tahun Warga Parungkuda, mrninggal dunia di angkutan umum di kawasan Cicurug pada Sabtu (27/6). Polisi menduga korban terkena serangan jantung.[foto: ist]

LINGKARPENA.ID | Seorang pria bernama Suparna (57), warga Kampung Bojonglarang RT 005/002, Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia setelah diduga mengalami serangan jantung saat berada di dalam angkutan umum (angkot), Sabtu (27/6/2026) pagi.

 

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban saat itu sedang menjadi penumpang angkot. Setibanya di kawasan Pasar Cicurug, korban mengeluhkan sesak napas sambil memegang dadanya.

 

Kondisi korban terus memburuk. Saat angkot melintas di depan Stasiun Cicurug, korban terlihat terbaring di kursi bagian belakang dengan kondisi masih kesulitan bernapas. Namun ketika kendaraan tiba di sekitar perlintasan rel kereta api, korban sudah tidak sadarkan diri.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem, Rumah Warga Purabaya Rusak Diterjang Angin Kencang

 

Sopir angkot kemudian memutar balik dan membawa korban ke Puskesmas Cicurug untuk mendapatkan pertolongan medis. Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak Polsek Cicurug.

 

Kapolsek Cicurug, Kompol Aah Hermawan, S E., M. H., mengatakan pihaknya langsung mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan setelah menerima laporan dari petugas kesehatan.

 

“Setelah menerima laporan, anggota kami segera mendatangi Puskesmas Cicurug untuk melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan pihak medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat serangan jantung,” ujar Kompol Aah Hermawan kepada Lingkarpena.id Sabtu (27/6).

Baca juga:  Sigap, Kapolsek di Sukabumi Selamatkan Balita di Tengah Konser Musik

 

Sementara itu, dokter yang menangani korban di Puskesmas Cicurug, dr. Michele Yo, menjelaskan bahwa keluhan nyeri dada yang menjalar hingga ke punggung merupakan gejala yang mengarah pada serangan jantung. Pihak puskesmas telah melakukan pemeriksaan awal berupa visum luar terhadap jenazah.

 

Dari hasil pemeriksaan awal tersebut, tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan. Pihak keluarga korban juga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

Baca juga:  Polisi Bongkar Pengiriman Obat Terlarang Via Jasa Exspedisi di Sukabumi

 

Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Polisi memastikan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut dan proses penanganan dilakukan sesuai prosedur.

Pos terkait