Bakar Sampah Diduga Jadi Pemicu Karhutla di Gunung Cabe Cikakak, Api Nyaris Merambat ke Permukiman

LINGKARPENA.ID | Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi. Kali ini, kobaran api melanda kawasan Gunung Cabe, Kampung Margaluyu RT 006/RW 004, Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak, Senin (10/8/2026) sekitar pukul 11.35 WIB.

 

Api dengan cepat membakar vegetasi dan semak belukar di area lahan yang kondisinya cukup mudah terbakar. Situasi tersebut sempat dikhawatirkan karena titik kebakaran berada tidak jauh dari kawasan permukiman warga.

 

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun petugas, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi. Area tersebut diketahui merupakan salah satu tempat penampungan sampah yang kerap didatangi oleh seorang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

 

Begitu menerima laporan dari Pemerintah Desa Cimaja, petugas gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Upaya pemadaman dilakukan secara cepat untuk mengendalikan kobaran api sekaligus mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke wilayah yang lebih luas.

Baca juga:  Tersambar Petir: Kakek 71 Tahun Meninggal Dunia Saat Membajak Sawah

 

P2BK Cikakak, Agus Mahardika, mengatakan penanganan kebakaran dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah unsur.

 

“Begitu laporan diterima, petugas langsung melakukan penanganan di lokasi. Saat ini pemadaman dan pendinginan terus dilakukan untuk memastikan api tidak meluas, terutama ke arah permukiman warga,” ujar Agus.

 

Menurut Agus, kondisi lahan yang terbakar membuat proses pemadaman harus dilakukan secara hati-hati. Selain memadamkan titik api, petugas juga melakukan penyisiran dan pendinginan guna mengantisipasi munculnya kembali bara api.

 

“Yang menjadi perhatian kami bukan hanya api yang terlihat, tetapi juga titik-titik bara yang berpotensi kembali menyala. Karena itu setelah pemadaman, petugas melakukan pendinginan dan pemantauan di sekitar lokasi,” katanya.

Baca juga:  Cuaca Buruk Sebabkan Longsor di Dua Desa di Kecamatan Simpenan

 

Sementara itu, Wadanpos Damkar Palabuhanratu, Amirudin Haq, mengatakan personel pemadam kebakaran bersama unsur lainnya terus berupaya melokalisasi titik api agar tidak merambat.

 

“Medan yang terbakar berupa lahan terbuka dengan vegetasi yang mudah terbakar. Kami berupaya memutus penyebaran api dan melakukan pembasahan di area yang berpotensi menjadi jalur rambatan,” ungkap Amirudin.

 

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah, terutama saat kondisi lingkungan kering. Menurutnya, api yang awalnya kecil dapat dengan mudah membesar dan sulit dikendalikan ketika mengenai rumput maupun semak yang kering.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem: TPT Jalan Desa di Parakansalak Sukabumi Ambruk

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan. Kalau memang harus dilakukan, pastikan benar-benar aman dan api tidak ditinggalkan sebelum dipastikan padam,” tegasnya.

 

Dalam penanganan tersebut, petugas melibatkan Kasi Trantib Kecamatan Cikakak, P2BK Cikakak, Tagana, Polsek Cikakak, Damkar Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Desa Cimaja, serta masyarakat setempat.

 

Hingga laporan ini disusun, petugas masih melakukan pemadaman, pendinginan, dan pemantauan di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

 

Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Adapun luas lahan yang terbakar dan jumlah kerugian masih dalam proses pendataan oleh petugas terkait.(adv).

Pos terkait