LINGKARPENA.ID | Pemulihan warga terdampak kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, terus menjadi perhatian pemerintah.
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustofa bersama Bupati Sukabumi H. Asep Japar turun langsung meninjau kondisi masyarakat terdampak kebakaran, Senin (10/8/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi warga sekaligus melihat kebutuhan penanganan pascabencana. Dalam kunjungan itu, Saan Mustofa didampingi Bupati Sukabumi, unsur Forkopimda, Forkopimcam, BPBD Jawa Barat serta sejumlah instansi terkait.
Puluhan rumah warga sebelumnya ludes terbakar. Akibat kejadian tersebut, sebagian masyarakat hingga kini masih menempati tempat pengungsian, rumah keluarga maupun rumah warga lainnya.
Saan Mustofa mengatakan, penanganan terhadap korban kini harus diarahkan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Salah satu persoalan utama yang harus segera diselesaikan adalah penyediaan hunian bagi masyarakat.
“Sekarang kita harus mulai memikirkan bagaimana masyarakat bisa kembali memiliki rumah. Karena lahan yang sebelumnya ditempati tidak memungkinkan untuk dibangun kembali, maka opsi relokasi harus dipersiapkan,” kata Saan.
Ia menyebut sekitar 51 keluarga terdampak akibat kebakaran tersebut. Menurutnya, kondisi itu membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai tingkatan pemerintahan.
“Jumlah warga yang terdampak cukup banyak. Karena itu, penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan satu pemerintah daerah. Harus ada sinergi antara kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat,” ujarnya.
Saan juga menekankan bahwa pemulihan Ciptamulya memiliki tantangan tersendiri. Sebab, kawasan tersebut bukan sekadar permukiman warga, melainkan kampung adat yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
“Yang harus diperhatikan bukan hanya membangun kembali rumah warga, tetapi juga menjaga karakter kampung adatnya. Nilai budaya dan sejarah Ciptamulya harus tetap dipertahankan,” tegasnya.
DPR RI, lanjut Saan, akan berupaya mendorong dukungan lanjutan untuk membantu proses pemulihan masyarakat. Bantuan yang diberikan dalam kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian awal terhadap kondisi warga.
“Kami akan terus mendorong agar kebutuhan masyarakat yang terdampak bisa mendapatkan dukungan. Pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus bersama-sama mencari solusi terbaik,” katanya.
Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan Pemkab Sukabumi tidak akan berhenti melakukan pendampingan setelah masa tanggap darurat berakhir.
“Pemkab Sukabumi akan terus mengawal masyarakat Ciptamulya sampai proses pemulihan. Kita tidak ingin warga hanya mendapatkan bantuan ketika bencana terjadi, tetapi harus didampingi hingga mereka kembali memiliki kehidupan yang layak,” ujar Asep Japar.
Menurutnya, persoalan hunian menjadi salah satu prioritas yang harus segera dicarikan solusi, terlebih kondisi lokasi terdampak membutuhkan penanganan khusus.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. Semua opsi akan kita kaji agar masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak,” tuturnya.
Asep menambahkan, dukungan dari DPR RI menjadi energi tambahan bagi pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan warga terdampak.
“Kehadiran Wakil Ketua DPR RI menunjukkan bahwa persoalan masyarakat Sukabumi menjadi perhatian bersama. Mudah-mudahan kolaborasi ini bisa mempercepat proses pemulihan warga Ciptamulya,” pungkasnya.
Selain pemulihan, pemerintah juga didorong memperkuat edukasi mitigasi dan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting agar risiko dan dampak bencana serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang.






