Wali Kota Sukabumi Tegaskan Kualitas Jadi Prioritas, Proyek Infrastruktur Tak Boleh Sekadar Kejar Untung

LINGKARPENA.ID | Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki kembali menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pembangunan infrastruktur di Kota Sukabumi. Hal itu disampaikannya saat turun langsung mengecek pengerjaan pengecoran Jalan Prana, sekaligus memastikan pekerjaan di lapangan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Senin (10/08/2026)

 

Dalam pengecekan tersebut, Ayep Zaki menekankan bahwa pembangunan infrastruktur di Kota Sukabumi tidak boleh hanya berorientasi pada kecepatan penyelesaian pekerjaan. Menurutnya, kualitas harus menjadi perhatian utama karena setiap pembangunan yang dilakukan pemerintah berkaitan langsung dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat.

 

“Infrastruktur di Kota Sukabumi yang nomor satu kualitas. Jadi harus mengutamakan kualitas dan tanggung jawab terhadap pekerjaan itu sendiri,” tegas Ayep Zaki.

 

Ia mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam pekerjaan infrastruktur agar memiliki rasa tanggung jawab terhadap proyek yang dikerjakan. Pembangunan tidak boleh hanya dipandang sebagai pekerjaan yang harus segera diselesaikan, tetapi harus menghasilkan infrastruktur yang kuat, kokoh, layak digunakan, dan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Baca juga:  Gelar Monev Upaya Lapas Sukabumi Raih WBK 2022

 

Ayep Zaki juga menyampaikan pesan tegas agar pembangunan tidak dilakukan dengan pola yang hanya mengejar keuntungan dari proyek. Ia menyinggung praktik “jual-jual proyek” yang menurutnya tidak boleh menjadi orientasi dalam pelaksanaan pembangunan.

 

“Tidak boleh jual-jual proyek,” ujarnya.

 

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kualitas pekerjaan harus ditempatkan di atas kepentingan lainnya. Pemerintah Kota Sukabumi, kata Ayep Zaki, harus memastikan setiap pembangunan yang dilaksanakan benar-benar memiliki manfaat bagi masyarakat dan tidak mengorbankan kualitas demi kepentingan tertentu.

 

Menurutnya, pembangunan infrastruktur merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat. Karena itu, proses pengerjaannya harus dilakukan secara serius, sesuai standar, dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Ia pun menyatakan bahwa pemerintah akan terus melakukan perbaikan terhadap berbagai persoalan infrastruktur yang ada di Kota Sukabumi. Perbaikan tersebut tentunya membutuhkan proses dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat.

Baca juga:  Wali Kota Minta Penataan Trotoar Selesai Sesuai Target

 

“Insyaallah semuanya kita akan perbaiki. Yang penting tolong masyarakat mendoakan,” kata Ayep Zaki.

 

Pesan tersebut disampaikan sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk terus membenahi pembangunan infrastruktur di Kota Sukabumi. Ayep Zaki meminta masyarakat tidak hanya menjadi pengguna hasil pembangunan, tetapi juga turut memberikan perhatian, masukan, serta pengawasan terhadap berbagai pembangunan yang dilaksanakan pemerintah.

 

Sementara itu, pengecekan langsung terhadap pengerjaan Jalan Prana menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memenuhi aspek kualitas di lapangan.

 

Sebab, persoalan infrastruktur pada akhirnya bukan hanya mengenai seberapa cepat sebuah proyek selesai dikerjakan, melainkan seberapa lama dan seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

 

Jalan yang dibangun dengan kualitas baik akan mendukung mobilitas warga, memperlancar aktivitas ekonomi, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakannya. Sebaliknya, apabila kualitas pembangunan tidak menjadi perhatian utama, masyarakat berpotensi kembali menghadapi persoalan kerusakan dalam waktu yang relatif singkat.

Baca juga:  Melan Maulana Resmi di Lantik MPW PP Provinsi Jabar

 

Karena itu, penegasan Ayep Zaki mengenai kualitas, tanggung jawab, dan larangan “jual-jual proyek” menjadi pesan penting dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Kota Sukabumi.

 

Pemerintah Kota Sukabumi diharapkan dapat memastikan seluruh pekerjaan infrastruktur dilaksanakan sesuai spesifikasi dan ketentuan yang berlaku. Pengawasan juga menjadi bagian penting agar pembangunan yang menggunakan anggaran publik benar-benar memberikan hasil maksimal bagi masyarakat.

 

Dengan komitmen tersebut, pembangunan infrastruktur Kota Sukabumi diharapkan tidak sekadar terlihat selesai, tetapi benar-benar memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

 

Kini masyarakat tinggal melihat dan mengawal bagaimana komitmen tersebut diwujudkan di lapangan. Sebab pada akhirnya, kualitas pembangunan bukan hanya dapat dinilai dari pernyataan, tetapi dari hasil pekerjaan yang benar-benar dirasakan dan digunakan masyarakat.

Pos terkait