Menanam Masa Depan dari Kelurahan, KNPI Kota Sukabumi Gagas “Satu Kelurahan Satu Sarjana”

DPD KNPI Kota Sukabumi saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama STIES Al Junaediyah Sukabumi, Sabtu (19/9/2026).[foto: Rijal]

LINGKARPENA.ID | DPD KNPI Kota Sukabumi kembali memperkuat jejaring kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan kepemudaan. Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama STIES Al Junaediyah Sukabumi, Sabtu (19/9/2026).

Kerja sama ini salah satunya diarahkan untuk mendukung Program Beasiswa Pemuda KNPI “Satu Kelurahan Satu Sarjana”, sebuah gagasan yang ditujukan untuk memperluas akses generasi muda Kota Sukabumi terhadap pendidikan tinggi.

Program tersebut diharapkan mampu membuka ruang kesempatan bagi pemuda dari setiap kelurahan untuk memperoleh pendidikan tinggi, meningkatkan kompetensi, sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang memiliki kontribusi nyata bagi lingkungan tempat mereka berasal.

Ketua DPD KNPI Kota Sukabumi, Dr. Sudar Fauzi, M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian penting dari upaya membangun ekosistem kepemudaan yang tidak berjalan secara parsial.

“Bagi kami, KNPI tidak boleh hanya menjadi rumah organisasi kepemudaan. KNPI harus menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan potensi pemuda dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Karena pembangunan kepemudaan tidak mungkin dikerjakan oleh satu pihak saja,” ujar Sudar Fauzi.

Menurut Sudar, posisi KNPI ke depan tidak hanya sebatas menjalankan fungsi organisasi kepemudaan, tetapi juga memperkuat peran sebagai Co-Governing Partner dalam pembangunan daerah.

Konsep tersebut, kata dia, diarahkan untuk menjadikan KNPI sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan gagasan, menghubungkan berbagai sumber daya, serta mendorong lahirnya program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca juga:  600 Siswa SMAN 2 Kota Sukabumi Jadi Target Polisi, Simak Faktanya!

“Co-Governing Partner bukan berarti KNPI mengambil alih peran pemerintah. Justru sebaliknya, KNPI ingin menjadi mitra yang membantu pemerintah memperluas jangkauan pembangunan melalui jejaring kepemudaan. Ketika pemerintah memiliki agenda pembangunan, perguruan tinggi memiliki pengetahuan, dunia usaha memiliki sumber daya, dan pemuda memiliki energi serta kreativitas, maka tugas kita adalah mempertemukan semuanya dalam sebuah kolaborasi,” jelasnya.

Sudar menilai, gagasan “Satu Kelurahan Satu Sarjana” memiliki nilai strategis karena membawa agenda peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia hingga ke tingkat kelurahan.

Baginya, pembangunan SDM tidak selalu harus dimulai melalui program berskala besar. Intervensi yang sederhana, terukur, dan dilakukan secara konsisten justru dapat menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas generasi muda.

“Satu sarjana dari setiap kelurahan mungkin terlihat sederhana. Tetapi kalau kita konsisten membangun aksesnya, kita sedang menanam investasi SDM dari tingkat paling dekat dengan masyarakat. Mereka bukan hanya diharapkan menjadi sarjana, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dan ikut membangun lingkungan tempat mereka berasal,” katanya.

Sementara itu, Ketua STIES Al Junaediyah Sukabumi, Dr. Saehudin, S.Th.I., M.Ud., menyambut baik terbangunnya sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi kepemudaan tersebut.

Baca juga:  Cegah Penyebaran Pandemi, Sat Samapta: Gencar Edukasi Prokes

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial untuk turut memperluas akses pendidikan sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas masyarakat.

“Kami ingin pendidikan tinggi semakin dekat dan dapat diakses oleh generasi muda. Melalui Program Beasiswa Pemuda KNPI ‘Satu Kelurahan Satu Sarjana’, kami berharap semakin banyak pemuda memperoleh kesempatan untuk kuliah, memiliki kompetensi, dan nantinya dapat berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Saehudin.

Kerja sama KNPI Kota Sukabumi dan STIES Al Junaediyah tidak hanya mencakup program beasiswa. Ruang kolaborasi juga terbuka dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan dan pelatihan, peningkatan kapasitas pemuda, kewirausahaan, kepemimpinan, pengembangan kompetensi, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.

Bagi KNPI Kota Sukabumi, kerja sama tersebut menjadi bagian dari langkah membangun pola kolaborasi pentahelix dalam pembangunan kepemudaan.

Dalam kerangka tersebut, organisasi kepemudaan tidak hanya ditempatkan sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga memiliki peran sebagai connector, orchestrator, dan strategic partner yang mempertemukan berbagai potensi dan sumber daya untuk menjawab persoalan kepemudaan.

Sudar menegaskan, keberhasilan organisasi ke depan tidak semata-mata diukur dari banyaknya agenda yang diselenggarakan. Lebih jauh, keberhasilan harus dilihat dari seberapa luas jejaring kolaborasi yang terbangun dan seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh pemuda.

“Ukuran keberhasilan KNPI ke depan bukan hanya berapa banyak kegiatan yang kita selenggarakan, tetapi seberapa banyak kolaborasi yang berhasil kita bangun dan seberapa besar manfaatnya dirasakan pemuda. Karena itu, kami ingin setiap kerja sama memiliki orientasi pada dampak,” tutur Sudar.

Baca juga:  Lanjutan Musda DPD KNPI Ke-14 Kota Sukabumi, Kembali Gagal Dilaksanakan

Ia menambahkan, penguatan kolaborasi akan terus diarahkan agar pembangunan kepemudaan di Kota Sukabumi tidak berjalan secara sektoral.

Menurutnya, berbagai agenda seperti pendidikan, kewirausahaan, kepemimpinan, ketenagakerjaan, kreativitas, hingga pemberdayaan sosial harus ditempatkan dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

“Pemuda jangan hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan. Pemuda harus menjadi subjek, bahkan mitra dalam merancang dan menjalankan pembangunan. KNPI ingin mengambil posisi itu: menghubungkan energi pemuda dengan agenda pembangunan Kota Sukabumi,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi bersama STIES Al Junaediyah, KNPI Kota Sukabumi berharap Program “Satu Kelurahan Satu Sarjana” dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda.

Lebih dari sekadar memberikan kesempatan kuliah, program tersebut diharapkan mampu membangun basis sumber daya manusia dari tingkat kelurahan yang kelak dapat kembali berkontribusi bagi masyarakat.

Sinergi ini juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi terbentuknya kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai unsur lainnya, sehingga pembangunan kepemudaan di Kota Sukabumi dapat bergerak secara bersama, terintegrasi, dan berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.

Pos terkait