LINGKARPENA.ID | Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kawasan Cisarakan, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Minggu (27/9/2026) pagi, menewaskan seorang pengendara sepeda motor di lokasi kejadian.
Dalam peristiwa tersebut, petugas menemukan sepeda motor Yamaha Vixion warna putih dengan nomor polisi F 5593 QP. Selain kendaraan, di lokasi juga ditemukan selembar STNK yang tercatat atas nama Asep Nurjaman, warga Kampung Caringin Nunggal RT 011/RW 008, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.
Namun, identitas yang tercantum dalam STNK tersebut ternyata bukan identitas korban kecelakaan. Hal itu diketahui setelah dilakukan penelusuran dan konfirmasi kepada pihak keluarga Asep Nurjaman.
Hj. Masliah, ibu Asep Nurjaman, memastikan bahwa anaknya dalam kondisi sehat dan tidak menjadi korban kecelakaan tersebut.
“Itu bukan anak saya. Alhamdulillah anak saya sehat dan sekarang sedang pergi ke laut. Iya, tadi saya sempat kaget kedatangan Pak RT yang menanyakan soal itu. Bahkan tadi sempat akan diumumkan di speaker masjid,” ujar Hj. Masliah kepada lingkarpena. id, Minggu (27/9/2026).
Menurut Hj. Masliah, sepeda motor Yamaha Vixion tersebut memang sebelumnya merupakan milik anaknya dan STNK-nya masih tercatat atas nama Asep Nurjaman. Namun, kendaraan itu sudah berpindah tangan sejak beberapa tahun lalu.
“Iya, itu motor anak saya. Tapi dulu sejak terjadi kecelakaan di Tegalbuleud sudah saya jual ke tetangga,” katanya.
Ia menjelaskan, sepeda motor tersebut kemudian dibeli oleh seorang warga bernama Jeri, yang diketahui tinggal di Kampung Cibungur, Kecamatan Surade.
Keterangan tersebut juga dibenarkan oleh Kasi Trantib Kecamatan Surade, H. Rimbayana, yang diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan Jeri.
Menurut Rimbayana, setelah membeli sepeda motor tersebut dari keluarga Asep Nurjaman, Jeri kembali menjual kendaraan itu kepada seseorang yang tinggal di wilayah Cibungur, Kecamatan Jampangkulon.
“Memang motor itu pernah dibeli oleh keponakan saya, Jeri. Tapi kemudian oleh Jeri dijual lagi kepada orang Cibungur, Kecamatan Jampangkulon. Setelah itu saya juga tidak tahu lagi keberadaan motornya,” jelas H. Rimbayana.
Ia menyampaikan klarifikasi tersebut untuk meluruskan informasi yang beredar setelah sepeda motor dengan STNK atas nama Asep Nurjaman ditemukan di lokasi kecelakaan.
“Keterangan ini kami sampaikan supaya tidak terjadi simpang siur informasi, terutama terkait identitas pemilik kendaraan dengan korban kecelakaan,” pungkasnya.
Sementara itu, identitas korban kecelakaan yang meninggal dunia di lokasi kejadian masih dalam proses penelusuran dan identifikasi oleh pihak berwenang. STNK yang ditemukan di lokasi kejadian tidak dapat dijadikan dasar bahwa korban merupakan Asep Nurjaman, karena kendaraan tersebut diketahui telah beberapa kali berpindah tangan.






